KolomData.id – Makassar – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar berjalan aman. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas meninjau langsung salah satu SPBU di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, pada Minggu, 13 September 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan dan pelayanan di lapangan setelah sebelumnya terjadi antrean kendaraan di sejumlah SPBU kota tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, BPH Migas menyatakan ketahanan stok Pertalite di wilayah Sulawesi Selatan berada pada kisaran 8 hingga 14 hari. Angka itu dinilai cukup untuk menjaga pasokan sementara penguatan distribusi terus dilakukan. BPH Migas menyebut ketahanan stok menjadi salah satu indikator bahwa pasokan masih tersedia dan tidak berada dalam kondisi kritis.
Menurut BPH Migas, upaya penguatan distribusi yang dijalankan secara intensif mulai membuahkan hasil. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU kota itu berangsur berkurang sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali membaik. Penambahan pasokan tidak hanya menyangkut volume, tetapi juga armada dan personel. Operator distribusi menurunkan ratusan awak serta lebih dari seratus mobil tangki tambahan untuk mempercepat pengiriman BBM dari terminal ke SPBU.
Langkah itu menyasar percepatan pengiriman dari terminal ke SPBU agar pasokan tiba lebih cepat dan merata ke titik-titik layanan yang sebelumnya mengalami antrean. Dengan tambahan armada dan personel, proses pengiriman diharapkan berjalan lebih lancar sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali normal. Perbaikan pelayanan itu terlihat dari berkurangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar.
BPH Migas menegaskan akan terus mengawal penyaluran bersama Pertamina Patra Niaga agar antrean tidak kembali memanjang. Pengawalan dilakukan agar distribusi tetap berjalan sesuai kebutuhan dan tidak terjadi penumpukan di titik tertentu. Sinergi antara BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran pasokan ke SPBU.
Masyarakat juga diminta tidak menimbun BBM karena dapat mengganggu ketersediaan bagi pengguna lain. Imbauan itu disampaikan agar pasokan yang sudah membaik tetap terjaga dan tidak menimbulkan kelangkaan baru. Penimbunan dinilai dapat membuat distribusi tidak merata sehingga pengguna lain ikut terdampak.
Sebagai badan yang mengatur hilir minyak dan gas bumi, BPH Migas berperan memastikan penyaluran BBM sampai ke masyarakat, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Dengan ketahanan stok Pertalite yang berada pada kisaran 8 hingga 14 hari, pasokan dinilai masih aman sementara penguatan distribusi terus dijalankan. Sumber: Harian Fajar.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan