Kolomdata.id – Jakarta – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menerima empat penghargaan sekaligus dalam ajang Fortune Indonesia 100 2026. Pencapaian itu dinilai memperlihatkan kokohnya pondasi usaha perseroan sekaligus menjaga posisi BRI di barisan teratas sektor keuangan nasional. Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh nasabah dan pekerja perusahaan, yang dikenal sebagai Insan BRILiaN, karena telah mempercayai dan berkontribusi terhadap proses transformasi yang tengah dijalankan.

Menurut Hery, lanskap industri keuangan yang bergerak dinamis membuat BRI semakin mempertajam langkah transformasi lewat BRIvolution Reignite. Inisiatif itu diarahkan untuk menguatkan seluruh mesin pertumbuhan perusahaan, mencakup struktur pendanaan, kemampuan digital, penjagaan kualitas aset, hingga pengembangan sumber pertumbuhan baru demi nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. BRIvolution Reignite disebut menjadi cara BRI memperkokoh diri sebagai lembaga keuangan yang tangguh, lincah, dan sesuai kebutuhan pasar.

Dalam kerangka itu, terdapat dua pilar utama yang ditopang enam enabler sebagai pendorong perubahan. Pilar Transform the Funding Franchise berfokus pada penguatan struktur pendanaan agar lebih efisien, stabil, dan bertumpu pada dana murah melalui penguatan CASA serta peningkatan kapabilitas transaction banking. Adapun pilar Revamp Existing Core and Build New Core diarahkan untuk memperkuat penyaluran kredit mikro sebagai bisnis inti sekaligus membangun mesin pertumbuhan consumer banking sebagai sumber pertumbuhan baru yang mampu menjawab kebutuhan nasabah dan dinamika industri.

Hery menambahkan, BRIvolution Reignite dijalankan agar BRI tidak sekadar tumbuh membesar, tetapi juga semakin kuat dan produktif. Transformasi menyeluruh pada mesin bisnis maupun organisasi diyakini membuat setiap potensi yang dimiliki BRI dapat dikonversi menjadi pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan.

Dari sisi kinerja, hingga penutupan triwulan II 2026 BRI menjaga momentum pertumbuhan bisnis yang dibarengi penguatan fundamental, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas. Laba bersih BRI Group tercatat Rp31,2 triliun, naik 17,5% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada level konsolidasian, total aset BRI menyentuh Rp2.352 triliun atau bertambah 11,7% yoy, dengan kredit dan pembiayaan sebagai penopang utama setelah meningkat 16,2% yoy menjadi Rp1.646 triliun. Kemampuan BRI mencetak imbal hasil yang solid turut ditopang penguatan fundamental tersebut. ROA BRI bertahan di kisaran 2,7%, sementara Return on Equity (ROE) menanjak dari 16,6% pada triwulan II 2025 ke 18,8% pada triwulan II 2026.

Pengakuan atas posisi BRI juga datang dari tingkat nasional dan regional. Selain menorehkan capaian dalam Fortune Indonesia 100 2026, BRI menempati peringkat pertama di antara perusahaan sektor finansial asal Indonesia dalam Fortune Southeast Asia 500 2026, sekaligus berada di posisi ke-14 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara. Di jajaran korporasi utama kawasan tersebut, BRI berada bersama sejumlah pemain besar regional, seperti Olam Group dari Singapura, Petrovietnam dari Vietnam, Top Frontier Investment dari Filipina, dan Sea dari Singapura. Deretan capaian itu memperlihatkan daya saing BRI yang kian tangguh di tengah dinamika industri keuangan dan persaingan global yang terus berkembang.

Sumber: Antara