Luwu Timur, Kolomdata.id — Sorotan tajam kini mengarah ke RSUD I Lagaligo menyusul insiden yang menimpa seorang pasien bernama Herlina. DPRD Luwu Timur tidak tinggal diam; setelah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran direksi serta manajemen rumah sakit tersebut, sejumlah rekomendasi resmi langsung diterbitkan. Bahkan, Wakil Ketua II DPRD Lutim, Harisa Suhardjo, secara pribadi mengaku sangat terpukul dan merasa insiden ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun warga Luwu Timur yang boleh mengalami pelayanan buruk di fasilitas kesehatan milik daerah itu. Setelah melakukan pengecekan langsung, Harisa membenarkan bahwa laporan mengenai adanya pasien yang tidak tertangani dengan baik itu memang benar adanya. “Saya baru cek. Betulkah ada pasien. Ternyata betul,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Selasa, 02 September 2025. Kini, Herlina tengah menjalani perawatan medis lanjutan di rumah sakit tersebut.

Berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari pihak RSUD I Lagaligo, sebanyak dua kali upaya perawatan telah dilakukan terhadap pasien demi mempertahankan kehamilannya. Akan tetapi, menurut pengakuan manajemen rumah sakit, kondisi janin tersebut sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan lagi. Meski begitu, Harisa menilai keterangan sepihak dari pihak rumah sakit tidak dapat langsung diterima sebagai kebenaran mutlak. Masih banyak persoalan yang harus dituntaskan, terutama berkaitan dengan standar pelayanan yang diterapkan oleh RSUD I Lagaligo.

Ia menambahkan, pihaknya telah memanggil direktur utama beserta jajaran manajemen rumah sakit untuk dimintai keterangan secara terbuka. Komisi I DPRD setempat langsung meminta agar RDP digelar dan surat panggilannya pun sudah dilayangkan. Menurutnya, rekomendasi resmi pasti akan menyusul setelah proses tersebut selesai. Harisa pun mengingatkan dengan tegas bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama yang tidak boleh ditelantarkan atau dibeda-bedakan atas dasar apa pun.

Belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak RSUD I Lagaligo mengenai langkah perbaikan yang akan mereka ambil setelah insiden ini. Namun, publik kini menunggu tindak lanjut konkret dari rekomendasi yang dikeluarkan DPRD, khususnya untuk memastikan tidak ada lagi kasus serupa yang menimpa ibu hamil lain di masa mendatang. (*)