KolomData.id – Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, mengkritik rencana penguatan ekstrakurikuler Korps Kadet di sekolah menengah. Kritik itu ia sampaikan sebagai respons terhadap kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menerbitkan aturan mengenai ekstrakurikuler Korps Kadet Bela Negara untuk jenjang SMA. Menurut Iman, program bernuansa baris-berbaris di sekolah sudah cukup banyak sehingga penguatan ekskul semacam itu perlu dipertimbangkan ulang.
Aturan yang diterbitkan Kemendikdasmen menempatkan Korps Kadet Bela Negara sebagai salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler di jenjang SMA. Artinya, sekolah dapat menyelenggarakan ekskul ini sebagai opsi bagi siswa, bukan kewajiban. Pemerintah menyebut ekskul Korps Kadet bertujuan menanamkan nilai bela negara, kepemimpinan, dan karakter siswa. Ketiga nilai itu menjadi dasar yang diklaim pemerintah melatarbelakangi penerbitan aturan tersebut.
Pelaksanaan ekskul ini digelar di sekolah dengan pelatih yang ditentukan pihak sekolah. Sekolah diberi kewenangan memilih dan menetapkan siapa yang akan melatih siswa dalam kegiatan tersebut. Dengan skema itu, penyelenggaraan Korps Kadet Bela Negara bergantung pada kesiapan masing-masing sekolah, baik dari sisi tenaga pelatih maupun pengelolaan kegiatan.
Kritik Iman datang dari posisinya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Bayangan. Kabinet Bayangan merupakan kelompok berisi 15 akademisi dan masyarakat sipil yang bertugas mengawasi serta menawarkan alternatif kebijakan. Bidang yang mereka pantau mencakup pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui peran itu, Iman menyoroti rencana penguatan ekskul Korps Kadet sebagai bagian dari pengawasan terhadap kebijakan pendidikan yang sedang berjalan.
Dalam pandangan Iman, keberadaan program bernuansa baris-berbaris di sekolah sudah cukup banyak. Karena itu, ia menilai penguatan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak urgen untuk diterapkan di sekolah menengah. Kritik tersebut menjadi catatan terhadap arah kebijakan Kemendikdasmen yang menerbitkan aturan ekskul Korps Kadet Bela Negara untuk jenjang SMA.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tanggapan Kemendikdasmen atas kritik yang disampaikan Iman. Kebijakan itu sendiri tetap menempatkan Korps Kadet Bela Negara sebagai pilihan kegiatan, dengan pelaksanaan di sekolah dan pelatih yang ditentukan pihak sekolah. Perdebatan mengenai ekskul bernuansa baris-berbaris pun kembali muncul di ruang publik.
Kritik Kabinet Bayangan ini menambah daftar sorotan terhadap kebijakan pendidikan yang baru diterbitkan. Sebagai kelompok yang mengawasi dan menawarkan alternatif kebijakan, Kabinet Bayangan menempatkan isu ekskul Korps Kadet sebagai salah satu perhatian di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Sumber: Fajar.co.id
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan