
KolomData.id – Makassar – Fathin Shidqia Ikram, siswa kelas VII Program Tahfidz MTsN 1 Makassar, berhasil membawa pulang Bronze Medal dari ajang International Life Science Olympiad (ILSO) 2026. Kompetisi sains bergengsi itu berlangsung di Bali pada 3-6 September 2026. Capaian ini menjadi catatan membanggakan bagi keluarga besar MTsN 1 Makassar, madrasah yang berlokasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebelum tampil di panggung internasional, Fathin lebih dulu menembus seleksi nasional yang digelar pada 25 Juli 2026. Seleksi tersebut menjadi gerbang awal yang harus dilaluinya sebelum akhirnya mewakili Indonesia di Bali. Pada babak final ILSO 2026, ia harus bersaing dengan perwakilan dari 13 negara. Persaingan lintas negara itu membuat raihan Bronze Medal yang diraihnya semakin berarti, terutama karena ia masih duduk di kelas VII atau jenjang awal sekolah menengah.
International Life Science Olympiad merupakan kompetisi sains yang menguji kemampuan peserta di bidang ilmu kehidupan. Bagi Fathin, ajang ini menjadi ruang pembuktian bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional. Keikutsertaannya di kompetisi tersebut tidak lepas dari proses panjang, mulai dari seleksi nasional pada Juli 2026 hingga babak final di Bali pada September 2026.
Bukan hanya unggul dalam bidang sains, Fathin juga dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an. Hingga kini, ia telah menuntaskan hafalan sebanyak 11 juz. Baginya, menghafal Al-Qur’an dan mempelajari ilmu pengetahuan bukan dua hal yang bertentangan, melainkan sama-sama menjadi bekal untuk terus berkembang. Pandangan itu yang membuatnya tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan pembinaan keagamaan.
Fathin menuturkan, kunci keberhasilannya adalah disiplin dalam mengatur waktu antara belajar dan menghafal Al-Qur’an. Kegemarannya membaca juga disebutnya membantu memperluas wawasan, terutama di bidang sains, sehingga ia lebih siap menghadapi materi kompetisi. Ia menilai lingkungan belajar di madrasahnya sangat mendukung pengembangan akademik sekaligus pembinaan keagamaan, dua hal yang berjalan berdampingan selama proses belajarnya.
Apresiasi datang dari Kepala MTsN 1 Makassar, Hj. Nuraedah. Prestasi Fathin dinilainya menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul, baik dalam ilmu pengetahuan maupun dalam pembinaan karakter keagamaan. Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi madrasah sebagai ruang pembinaan yang tidak memisahkan pencapaian akademik dari nilai keagamaan.
Raihan Bronze Medal ini melengkapi perjalanan Fathin dari seleksi nasional hingga final bersama perwakilan 13 negara. Bagi MTsN 1 Makassar, capaian tersebut menjadi penanda bahwa siswa madrasah dapat bersaing di kompetisi sains internasional tanpa meninggalkan pembinaan keagamaan yang menjadi ciri lembaganya.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan