Kolomdata.id — Jakarta – Harga minyak dunia melonjak hingga menembus level US$108 per barel. Meski demikian, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui situasi tersebut berat. Menurut dia, lonjakan harga minyak dunia menjadi tekanan besar bagi upaya pemerintah menjaga harga BBM subsidi tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Ini berat,” kata Bahlil, seperti dikutip dari pemberitaan terkait.

Kendati begitu, Bahlil menegaskan pemerintah sampai saat ini tetap memutuskan menahan harga BBM subsidi. Pemerintah, katanya, terus memantau pergerakan harga minyak dunia perdagangan demi perdagangan.

Bahlil menyebut pihaknya juga terus berkonsultasi dengan Menteri Keuangan. Langkah itu dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencermati dinamika harga energi global dan dampaknya terhadap anggaran negara.

Pemerintah berjanji akan mengambil kebijakan secara hati-hati agar beban masyarakat tidak bertambah, seraya menjaga keberlanjutan fiskal di tengah gejolak harga minyak dunia.

Sumber: Fajar.co.id