KolomData.id – Luwu Timur – Dua anggota DPRD Luwu Timur (Lutim) dari Fraksi Golkar, Badawi Alwi dan Wahidin Wahid, menjadi pihak yang melempar gelas kopi dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) yang berlangsung di Kantor DPRD Lutim, Selasa (19/08/25). Insiden itu membuat rapat yang semestinya membahas anggaran berubah ricuh setelah keduanya tersulut emosi.
Keributan bermula ketika Anggota DPRD Lutim dari Fraksi NasDem, Muh Iwan, menyela keterangan yang sedang disampaikan Badawi. Penyelaan itu memicu ketersinggungan di antara keduanya, sehingga suasana rapat memanas. Ketegangan itu berujung pada aksi pelemparan gelas kopi yang dilakukan Badawi dan Wahidin.
Saat kejadian, Muh Iwan juga tengah berbicara. Kondisi itu membuat pertikaian sempat terjadi di ruang rapat. Muh Iwan kemudian memberikan keterangan terkait arah pelemparan gelas kopi tersebut. “Pelemparan kopi itu ke lantai. Bukan ke saya,” kata Muh Iwan, menjelaskan bahwa gelas kopi tidak diarahkan kepadanya.
Badawi Alwi yang dihubungi melalui pesan WhatsApp memberikan respons berbeda. Ia hanya membalas dengan gambar icon bergerak seorang sedang minum air lalu tersedak. Ia tak memberikan alasan, kenapa melempar gelas kopi ke lantai. Hingga keterangan itu, tidak ada penjelasan resmi dari Badawi mengenai penyebab emosinya.
Sementara Wahidin Wahid juga belum memberikan keterangan terkait alasan naik pitam saat rapat Banggar. Pesan WhatsApp yang dikirim kepadanya belum dibalas. Dua anggota Fraksi Golkar itu sama-sama belum menjelaskan secara terbuka apa yang membuat mereka tersulut emosi dalam rapat tersebut.
Insiden ini menjadi perhatian karena rapat Banggar merupakan forum resmi pembahasan anggaran di lingkungan DPRD Lutim. Kericuhan yang terjadi di Kantor DPRD Lutim itu mencuat ke publik setelah beredar pertanyaan mengenai siapa anggota dewan yang melempar gelas kopi. Nama Badawi Alwi dan Wahidin Wahid kemudian disebut sebagai pihak yang melakukan pelemparan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lanjutan dari Badawi maupun Wahidin terkait peristiwa tersebut. Muh Iwan telah memberikan penjelasan bahwa gelas kopi dilempar ke lantai, bukan ke arahnya. Rapat Banggar di Kantor DPRD Lutim pada Selasa (19/08/25) itu tetap tercatat sebagai peristiwa yang berlangsung ricuh akibat ketersinggungan antaranggota dewan. (*)

Tinggalkan Balasan