KolomData.id – Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan perkembangan terbaru terkait penanganan ruas jalan poros Ujung Lamuru-Palattae di Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Jalan sepanjang 15 kilometer itu selama empat tahun terakhir dikeluhkan warga karena kondisinya yang berdebu dan mengganggu aktivitas. Ruas jalan tersebut merupakan bagian dari Paket 5 Multi Years Project (MYP) dengan total anggaran Rp383,5 miliar.
Pembangunan jalan itu dilaporkan terus menunjukkan progres yang semakin signifikan. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap dengan tujuan utama meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah. Multi Years Project sendiri merupakan skema pembangunan yang pengerjaannya berlangsung lebih dari satu tahun anggaran, sehingga penuntasan ruas jalan ini dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan yang berlaku.
Andi Sudirman menuturkan, dulunya kondisi jalan ini sangat berdebu dan cukup mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Karena itu, pembenahan dilakukan bertahap agar akses masyarakat semakin nyaman dan konektivitas antarwilayah semakin baik. Ia juga menegaskan pembangunan infrastruktur akan terus diupayakan dengan mempertimbangkan kemampuan daerah dan skala prioritas.
Gubernur berharap jalan yang semakin baik akan membuka akses, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Bone. Harapan itu sejalan dengan kondisi jalan sebelumnya yang dinilai menghambat mobilitas warga. Dengan akses yang terbuka, aktivitas masyarakat diharapkan tidak lagi terhambat seperti saat ruas jalan masih dipenuhi debu.
Warga setempat pun menyambut baik pembangunan tersebut. Setelah bertahun-tahun bergelut dengan debu, mereka kini mulai merasakan perbaikan dan menyampaikan rasa syukur atas progres yang ada. Keluhan yang berlangsung selama empat tahun terakhir itu perlahan terjawab seiring berjalannya pengerjaan ruas jalan di Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.
Penanganan ruas jalan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam membenahi infrastruktur daerah, khususnya di kawasan yang selama ini terisolasi akibat buruknya akses jalan. Kawasan yang terisolasi membuat mobilitas warga dan distribusi barang tidak berjalan lancar. Perbaikan ruas Ujung Lamuru-Palattae diharapkan memutus persoalan itu sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di sekitar Bone.
Pemprov Sulsel menempatkan pembenahan akses jalan di kawasan terisolasi sebagai salah satu prioritas. Ruas Ujung Lamuru-Palattae menjadi contoh penanganan yang dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan daerah. Dengan progres yang terus berjalan, manfaat jalan tersebut diharapkan semakin dirasakan warga, baik untuk aktivitas harian maupun untuk pertumbuhan ekonomi wilayah.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan