Kolomdata.id — Makassar – Rentetan kebakaran yang terjadi dalam rentang satu hari di Kota Makassar membuat 32 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Insiden pertama melanda permukiman padat penduduk di Jalan Teuku Umar 10, Lorong 6 dan 7, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, pada Selasa (13/10/2026) siang.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar menerima laporan kejadian sekitar pukul 11.58 WITA, menjelang masuk waktu salat zuhur. Sebanyak 25 unit armada bersama 87 personel dikerahkan ke titik kebakaran, dan tim mulai tiba di lokasi sekitar pukul 12.10 WITA. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 30 x 50 meter, sedangkan pendataan awal mencatat sekitar 15 rumah warga terkena dampak, dua di antaranya berupa bangunan dengan bentuk petak-petak.

Api bergerak cepat karena bangunan di kawasan itu mayoritas rumah panggung semipermanen yang berdiri sangat berdekatan. Sebagian dinding rumah diperkuat material vinyl plastik yang biasa dipakai untuk baliho sehingga meleleh dan menambah cepat rambatan panas. Tiupan angin kencang di lokasi membuat kobaran api berpindah dari satu bangunan ke bangunan lain, sementara akses lorong yang sempit serta warga yang berkerumun menonton sempat menyulitkan manuver petugas. Setelah berjibaku sekitar dua jam, api akhirnya bisa dikendalikan, dan seluruh armada meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.30 WITA.

Di balik proses pemadaman itu, dua anggota Damkarmat dilaporkan mengalami luka. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Andi Fadli Wellang membenarkan kejadian tersebut. Petugas bernama Andi menderita luka di bagian leher akibat terkena lelehan plastik yang terbakar saat menerobos masuk ke rumah warga, sedangkan rekannya, Fatullah, tertusuk paku berukuran besar yang menembus sepatu dinasnya di lokasi yang sama.

Keduanya memilih menjalani pengobatan secara mandiri karena luka dinilai ringan dan tidak membahayakan. Andi kembali ke Markas Komando Damkar Kota Makassar di Jalan Ratulangi, sementara Fatullah kembali ke Posko Damkar Ujung Tanah. Menurut Fadli, kedua personelnya tetap menyatakan kesiapan melanjutkan tugas setelah beristirahat.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Puluhan keluarga yang kehilangan tempat tinggal untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat dan posko darurat yang didirikan di sekitar lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama unsur tripika kecamatan menyiapkan posko pengungsian serta bantuan logistik bagi warga terdampak.

Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki petugas, dengan dugaan awal mengarah pada korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Seorang saksi mata di lokasi menyebut api pertama kali membesar dari bagian tengah lorong sebelum merembet ke bangunan di sekitarnya.

Kebakaran permukiman menjadi persoalan berulang di Makassar sepanjang musim kemarau 2026. Ketika kemarau memuncak pada Agustus lalu, petugas mencatat ratusan kasus kebakaran yang menghanguskan rumah, kios, hingga bangunan pabrik dengan kerugian material mencapai miliaran rupiah. BPBD mengingatkan warga memeriksa instalasi listrik dan tidak meninggalkan sumber api dalam keadaan menyala, terutama di kawasan padat penduduk.

Sumber: Fajar.co.id