Pembangunan Matano Belt Road, sebuah jalan lingkar yang mengelilingi pesisir Danau Matano, dipastikan mulai dikerjakan pada tahun ini. Hal ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang juga merupakan adik dari Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman. Jalan sepanjang 25 kilometer ini nantinya akan menghubungkan Desa Ussu menuju Nuha, sekaligus menjadi alternatif transportasi darat bagi warga yang selama ini hanya bisa mengandalkan kapal Pelni untuk menyeberangi danau.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Gubernur memberikan sambutan dalam puncak perayaan ulang tahun Luwu Timur yang ke-22, yang digelar di Lapangan Sport Center, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, pada Selasa, 20 Mei 2025. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa koordinasi dengan PT Vale sudah dilakukan dan pembangunannya diminta untuk segera ditembuskan mulai tahun ini juga. Ia menekankan bahwa akses darat yang terbangun nanti akan jauh lebih hemat biaya dibandingkan menggunakan jasa angkutan perairan.

Kehadiran jalan lingkar ini diharapkan mampu memangkas biaya transportasi masyarakat yang selama ini bergantung pada layanan Pelni untuk menyebrangi danau. Dengan adanya jalur darat, mobilitas warga menjadi lebih cepat dan murah. Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa untuk mensukseskan proyek ini, sebuah gugus tugas telah resmi dibentuk. Tim tersebut beranggotakan perwakilan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta Tim Pelaksana Galeri yang berasal dari pihak perusahaan. Gugus tugas ini sudah ditandatangani pada hari Jumat lalu dan langsung dijalankan.

Dalam mewujudkan Matano Belt Road, pemerintah tidak hanya mengandalkan anggaran negara. Dana corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan juga akan dikerahkan untuk membiayai pembangunan jalan lingkar tersebut. Setiap perusahaan akan mendapatkan porsi tugas masing-masing, mulai dari satu hingga lima tugas, yang pembagiannya diserahkan kepada bupati. Kerja sama ini diharapkan mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur vital yang selama ini dinanti-nantikan warga sekitar Danau Matano.