Persoalan menu makan siang gratis di sebuah sekolah dasar kembali menjadi perbincangan hangat. Para siswa di SDN 238 Mallaulu disebut hanya menerima camilan ringan, bukan porsi makan lengkap yang memenuhi standar gizi. Jufri, Kepala Sekolah SDN 238 Mallaulu, membenarkan kabar tersebut dan menjelaskan bahwa hal ini terjadi pada tanggal 4 serta 5 di bulan Zulhijjah, yang bertepatan dengan hari-hari puasa sunnah. Pihaknya mengaku hanya bertugas menerima kiriman dari vendor dan tidak memiliki wewenang untuk mengubah isi menu harian yang sudah ditetapkan. Sementara itu, KH. Suardi Ismail, selaku penyedia layanan MBG untuk sekolah tersebut, buka suara mengenai polemik ini.

Adalah seorang wali murid yang identitasnya dirahasiakan, menjadi sumber awal informasi ini. Ia mengaku menyaksikan langsung pembagian snack tersebut pada tanggal 4 Juni 2025. Melalui keterangannya pada Selasa (17/06/25), ia menyayangkan isi paket yang hanya berupa susu kemasan, kurma, kue basah, dan biskuit. Lebih lanjut, ia juga mengenang bahwa pada kesempatan lain, anak-anak sempat diberi sosis. Menurut penilaiannya, komposisi jajanan tersebut tidak memenuhi standar gizi yang semestinya diterima oleh anak-anak usia sekolah.

Menanggapi protes tersebut, KH. Suardi Ismail lantas memberikan klarifikasinya. Ia menerangkan bahwa pemberian menu khusus berupa camilan ini bukan tanpa alasan. Momen tersebut bertepatan dengan tiga hari puasa sunnah di bulan Zulhijjah. Merujuk pada instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN), memang telah disiapkan menu khusus untuk tanggal 4 dan 5, serupa dengan perlakuan saat bulan Ramadan. Ketentuan ini diakuinya berlaku khusus untuk periode tersebut, sebagaimana ia sampaikan melalui sambungan pesan singkat.