Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, memastikan secara langsung kelangsungan operasional pertambangan yang ramah lingkungan di kawasan Soroako, Kabupaten Luwu Timur. Langkah ini diambil untuk meninjau sekaligus mengawasi bagaimana tahapan produksi, upaya pemulihan lahan, dan rencana pasca tambang dijalankan oleh PT Vale Indonesia.
Kedatangan orang nomor satu di Kementerian Kehutanan itu terjadi pada Jumat siang, tepatnya pukul 11.44 WITA, setelah pesawatnya mendarat di Bandara Andalan Soroako. Begitu tiba, ia langsung disambut oleh jajaran manajemen dan pejabat daerah. Plt CEO PT Vale, Bernadus Irmanto, tampak hadir, didampingi oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, serta Wakil Bupati Puspawati Husler. Selain itu, Ketua DPRD setempat, Ober Datte, dan Kapolres Luwu Timur, AKBP Zulkarnain, juga terlihat menjemput rombongan menteri di area bandara.
Rencana kunjungan kali ini terfokus pada dua lokasi reklamasi yang selama ini menjadi unggulan perusahaan tambang tersebut, yakni Bukit Solia Hill dan kawasan Himalaya AAA. Sebelum meninjau lokasi-lokasi tersebut, sang menteri lebih dulu melaksanakan ibadah salat Jumat. Baru setelah itu, agenda dilanjutkan dengan mengunjungi Taman Kehati untuk mengamati langsung proses pembibitan tanaman. Informasi ini disampaikan oleh Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia, Suwarni Damar, saat berbincang di halaman Bandara Andalan Soroako.
Suwarni menjelaskan bahwa sang menteri tidak hanya sekadar melihat-lihat, melainkan ada tujuan pengawasan yang lebih mendalam di balik lawatannya tersebut. Pihaknya menyebutkan, fokus utama kunjungan ini adalah untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan penambangan sudah sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Mulai dari pemantauan proses produksi harian, efektivitas program pemulihan lahan bekas tambang, hingga kesiapan perusahaan dalam menjalankan skema pasca tambang yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan