KolomData.id – Luwu Timur – Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI), Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja ke area operasional PT Vale Indonesia di Soroako, Kabupaten Luwu Timur. Kedatangan orang nomor satu di Kementerian Kehutanan itu bertujuan memastikan praktik pertambangan berkelanjutan yang digaungkan perusahaan berjalan sesuai koridor lingkungan. Rombongan tiba di Bandara Andalan Soroako pada Jumat (13/06/25) sekitar pukul 11.44 WITA.
Kedatangan Menhut RI disambut sejumlah pejabat daerah dan petinggi perusahaan. Tampak hadir menjemput Plt CEO PT Vale Bernadus Irmanto, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler, Ketua DPRD Lutim Ober Datte, serta Kapolres Lutim AKBP Zulkarnain. Kehadiran para pejabat tersebut menandakan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak perusahaan dalam pengawasan industri ekstraktif di wilayah itu.
Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia Tbk, Suwarni Damar, menjelaskan rangkaian agenda kunjungan Menhut RI. Menurutnya, Raja Juli Antoni beserta rombongan akan mengunjungi sejumlah titik penting, terutama areal reklamasi. Dua lokasi yang menjadi perhatian adalah Bukit Solia Hill dan Himalaya AAA. “Salat Jumat dulu baru berkunjung ke Taman Kehati melihat areal pembibitan. Setelah itu, kunjungan ke Solia,” kata Suwarni di halaman Bandara Andalan Soroako.
Kunjungan ke Taman Kehati menjadi bagian dari peninjauan aspek konservasi yang dijalankan perusahaan. Taman Kehati merupakan kawasan pelestarian keanekaragaman hayati yang biasanya difungsikan sebagai area pembibitan dan penangkaran flora lokal. Di lokasi ini, Menhut RI dapat melihat langsung proses pembibitan tanaman yang nantinya digunakan untuk mendukung program reklamasi lahan pascatambang.
Setelah menunaikan ibadah salat Jumat, agenda dilanjutkan dengan peninjauan ke area Bukit Solia. Lokasi ini merepresentasikan upaya perusahaan dalam melakukan reklamasi lahan bekas galian. Kunjungan tersebut menjadi sarana verifikasi lapangan bagi Kementerian Kehutanan untuk menilai efektivitas metode reklamasi yang diterapkan PT Vale Indonesia selama ini.
Menhut RI menyatakan kehadirannya ke PT Vale Indonesia untuk memastikan praktik pertambangan berkelanjutan dan lingkungan yang baik. Hal ini mencakup monitoring proses produksi, reklamasi, dan pasca tambang. Aspek-aspek tersebut krusial mengingat industri pertambangan memiliki dampak jangka panjang terhadap bentang alam dan ekosistem di sekitarnya.
Kunjungan kerja ini menjadi penegasan bahwa operasional tambang di Kabupaten Luwu Timur tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada tanggung jawab lingkungan. Kehadiran Menhut RI di Soroako diharapkan mendorong standar pengelolaan yang lebih ketat, khususnya dalam memastikan lahan pascatambang dapat kembali produktif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan