Kolomdata.id – Jakarta – Lini belakang Timnas Indonesia mendapat apresiasi tinggi dari kubu lawan. Tan Cheng Hoe, juru taktik Timnas Malaysia, mengakui bahwa pertahanan skuad Garuda menjadi tembok kokoh yang menyulitkan anak asuhannya membobol gawang dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Duel yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin itu berakhir tanpa gol alias 0-0.
Cheng Hoe menyoroti bagaimana disiplin dan organisasi pertahanan Indonesia di babak kedua. Menurutnya, rapatnya barisan belakang Indonesia membuat para pemainnya kesulitan mencari celah untuk mencetak gol. Ia menilai pertahanan yang terorganisir dengan baik itu menjadi kunci mengapa timnya gagal memaksimalkan peluang, bahkan ketika Indonesia harus bermain dengan sepuluh orang.
Kronologi pertandingan sendiri berjalan cukup keras. Penggawa Indonesia, Thom Haye, dihadiahi kartu merah pada menit ke-37, sehingga tim asuhan pelatih Indonesia itu harus bertahan dengan sepuluh pemain untuk sisa pertandingan. Meski begitu, Malaysia tetap tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tersebut. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Meskipun hanya meraih imbang, Cheng Hoe mengaku cukup puas dengan penampilan pasukannya. Ia menilai para pemainnya menunjukkan semangat dan karakter kuat sepanjang laga. Menurutnya, meski tahu betapa tangguhnya Indonesia, apresiasi tetap layak diberikan kepada anak-anak asuhannya atas usaha yang mereka tunjukkan di lapangan.
Sebagai pelatih, Cheng Hoe menyatakan kepuasannya terhadap jalannya pertandingan, namun ia menyayangkan dua peluang berbahaya yang gagal dikonversi menjadi gol. Padahal, menurutnya, gol tersebut bisa membawa Malaysia mencuri kemenangan di kandang Indonesia.
Cheng Hoe juga mengungkap bahwa timnya sudah mengantisipasi bahwa Indonesia bukan hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga berbahaya saat menyerang. Namun, ia menilai pada babak kedua timnya mampu mengendalikan permainan ketika Indonesia tampil dengan sepuluh pemain. Meski demikian, ia mengakui bahwa bermain melawan tim dengan sepuluh pemain tidak selalu mudah, karena lawan cenderung mengubah taktik menjadi lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Hasil imbang ini menjadi modal berharga bagi Malaysia sebelum menghadapi laga selanjutnya. Cheng Hoe berharap pengalaman, kepercayaan diri, dan momen-momen penting yang didapat timnya saat melawan Indonesia bisa menjadi bekal untuk menghadapi pertandingan berat kontra Singapura. Ia menyadari laga melawan Singapura selalu sulit, tetapi yakin timnya sudah siap setelah hasil positif melawan Indonesia.
Dengan hasil tersebut, Malaysia masih bertahan di puncak klasemen sementara Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan koleksi tiga poin. Harimau Malaya unggul selisih satu gol atas Indonesia yang berada di peringkat kedua dengan tiga poin. Selanjutnya, Malaysia akan menjalani laga ketiga fase grup melawan Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada Kamis (1/9). Sementara itu, Indonesia akan menjamu Banglades di SUGBK.
Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan