Kolomdata.id — Makassar – Seorang personel Polrestabes Makassar, Aipda Heru, mengalami patah tulang tangan kanan saat berupaya membubarkan aksi komplotan geng motor di Jalan Opu Daeng Risaju, Kecamatan Mariso. Ia kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar Achmad menjelaskan, kejadian bermula ketika personel menerima informasi soal konvoi geng motor yang meresahkan warga. Saat hendak dibubarkan, kawanan tersebut melawan dengan mengancam petugas memakai anak panah busur.
Anak panah busur dilepaskan dua kali ke arah samping kanan dan kiri tubuh Heru. Aksi kejar-kejaran pun terjadi, dan kawanan geng motor kembali menyerang dari arah depan. Saat menghindar, sepeda motor yang dikendarai Heru kehilangan keseimbangan sehingga ia terjatuh dan mengalami patah tulang.
Menanggapi insiden itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memerintahkan anggota melakukan tindakan tegas terukur. “Kalau sudah mengancam jiwa masyarakat atau mengancam diri anggota, lakukan tindakan tembak di tempat,” katanya. Ia menegaskan langkah tersebut diambil agar tidak ada korban jiwa dari masyarakat maupun personel.
Polisi mengamankan tiga remaja di lokasi kejadian untuk diperiksa lebih lanjut di Polsek Mariso. Barang bukti yang disita antara lain tiga anak panah busur dan satu unit sepeda motor Kawasaki KLX berwarna hitam tanpa nomor polisi. Polrestabes Makassar juga membentuk Tim Trisula untuk patroli intensif pada malam hari.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan