Kolomdata.id — Jakarta – Kepemimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan resmi berganti. Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin dilantik sebagai Kapolda Sulsel oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam upacara serah terima jabatan di Aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026. Ia mengisi posisi yang sebelumnya diemban Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro. Prosesi sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat utama di lingkungan Mabes Polri.

Pergantian itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 bertanggal 2 Oktober 2026 yang diterbitkan melalui Wakapolri Komjen Pol Wahyu Adiningrat. Mutasi tersebut menjadi bagian dari rotasi besar di tubuh Polri yang menyentuh 88 perwira tinggi dan perwira menengah, termasuk pergantian di 19 kepala kepolisian daerah. Rotasi itu disebut sebagai salah satu mutasi besar yang menyentuh jajaran atas kepolisian pada periode ini.

Irjen Awal bukan nama baru di lingkungan kepolisian. Pria kelahiran Makassar, 3 Desember 1971, itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sepanjang kariernya, ia pernah dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla pada 2014 hingga 2019. Pada angkatannya, ia dikenal sebagai peraih anugerah bintang termuda. Latar belakang itu membuat namanya cukup dikenal di lingkungan Polri maupun di Sulawesi Selatan.

Sebelum memimpin Polda Sulsel, jabatan terakhir Irjen Awal adalah Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I Divisi Hukum (Divkum) Polri. Pengalaman manajerial dan komunikasi institusi dinilai menjadi modal bagi jenderal bintang dua itu untuk memimpin jajaran kepolisian di wilayah dengan dinamika keamanan yang cukup beragam. Pengalaman menangani advokasi hukum dinilai relevan untuk memperkuat aspek pengawasan internal dan pelayanan publik di daerah.

Sementara itu, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulsel mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Mabes Polri menyebut rotasi dan mutasi jabatan sebagai dinamika organisasi yang wajar, bagian dari pembinaan karier serta penyegaran kepemimpinan. Widyaiswara sendiri merupakan jabatan fungsional di lingkungan lembaga pendidikan dan pelatihan Polri.

Kapolri menegaskan, penyegaran organisasi diarahkan untuk meningkatkan efektivitas kinerja Polri, khususnya dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum secara berkeadilan. Kepemimpinan baru di Polda Sulsel diharapkan memperkuat sinergi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Mabes Polri menyatakan kepemimpinan baru itu diyakini mempercepat transformasi menuju Polri yang profesional, modern, dan terpercaya di wilayah Sulawesi Selatan.

Di Sulawesi Selatan, persoalan keamanan seperti tawuran antarkelompok dan aksi geng motor bersenjata busur masih menjadi perhatian publik. Penunjukan putra daerah untuk memimpin Polda Sulsel dinilai sejumlah kalangan sebagai momentum memperkuat pendekatan penegakan hukum yang berkeadilan, sejalan dengan arah transformasi Polri Presisi yang prediktif, transparan, dan bertanggung jawab. Harapan serupa datang dari masyarakat yang menginginkan rasa aman tetap terjaga di tengah aktivitas sehari-hari.

Sumber: Harian Fajar