KolomData.id – Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel dan ribuan masyarakat melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (8/9/2026) pagi. Ibadah yang dimulai sekitar pukul 07.00 Wita itu berlangsung khidmat dengan jemaah yang memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan.
Salat istisqa merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam untuk memohon hujan kepada Allah SWT ketika terjadi kemarau panjang atau kekeringan. Dalam pelaksanaan di Makassar tersebut, salat dipimpin Ustadz Muhammad Iqbal Coing sebagai imam, sedangkan khutbah disampaikan Ustadz Mufassir Arif. Ribuan jemaah yang hadir mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir dengan penuh kekhusyukan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual menghadapi kemarau panjang yang mulai dirasakan masyarakat. Andi Sudirman menyebut salat istisqa merupakan ikhtiar bersama di tengah dampak kekeringan yang melanda, mulai dari petani, peternak, hingga warga di kawasan permukiman. Ia mengajak masyarakat memperbanyak istigfar dan doa sambil tetap berupaya melakukan yang terbaik.
Kemarau yang berkepanjangan telah menurunkan debit sumber air di sejumlah wilayah Sulsel, sehingga kebutuhan rumah tangga, aktivitas pertanian, dan peternakan ikut terdampak. Bagi petani, berkurangnya pasokan air menghambat pengairan lahan dan mengancam hasil panen. Bagi peternak, keterbatasan air memengaruhi ketersediaan pakan dan kebutuhan ternak. Sementara di kawasan permukiman, warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Selain pendekatan spiritual, Pemprov Sulsel terus menjalankan langkah mitigasi dengan menyalurkan bantuan pompa air, membangun sumur bor, hingga mendistribusikan air bersih ke permukiman warga agar akses air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. Langkah-langkah tersebut dijalankan sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak.
Kombinasi antara doa dan usaha nyata menjadi penekanan dalam kegiatan tersebut. Salat istisqa tidak dimaknai sebagai satu-satunya jalan keluar, melainkan bagian dari rangkaian ikhtiar yang dijalankan seiring dengan berbagai upaya teknis di lapangan. Pemerintah daerah berharap bantuan pompa air, pembangunan sumur bor, dan distribusi air bersih dapat meringankan beban warga hingga hujan kembali turun.
Salat istisqa di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel itu sekaligus menunjukkan keterlibatan lintas elemen, dari pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat umum. Kehadiran ribuan warga dalam ibadah pagi tersebut mencerminkan harapan bersama akan segera berakhirnya kemarau yang melanda sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan