Peristiwa heboh yang sempat menghebohkan publik terkait gelas kopi yang beterbangan di ruang Badan Anggaran DPRD Luwu Timur akhirnya mendapatkan klarifikasi langsung dari salah satu legislator yang disebut-sebut menjadi korban. Muh Iwan, sapaan akrab Iwan Lamaeto, dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya disiram atau dilempar minuman kopi oleh rekan sesama anggota dewan. Politisi Partai NasDem ini menegaskan bahwa kejadian tersebut murni merupakan luapan emosi yang diarahkan ke lantai ruang rapat, bukan ke arah dirinya secara pribadi.
Klarifikasi ini disampaikan Iwan pada Selasa, 19 Agustus 2025, sebagai respons atas viralnya unggahan akun Facebook @Wulan Guritno yang mengklaim dirinya terkena siraman kopi dan lemparan meja. Menurut penuturannya, tidak ada satu pun percikan cairan kopi yang mengenai pakaian yang dikenakannya saat rapat berlangsung. Ia pun memastikan bahwa kabar yang beredar luas di media sosial itu merupakan informasi yang keliru dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lokasi.
Momen kurang menyenangkan itu terjadi ketika rapat pembahasan terkait Puskesmas tengah berlangsung. Saat itu, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran para Kepala Puskesmas turut hadir dalam agenda pembahasan tersebut. Salah seorang kepala puskesmas mendapat pertanyaan yang cukup mendalam dari anggota dewan. Namun, cara bertanya yang dinilai kurang santun memicu reaksi spontan dari salah satu legislator yang kemudian melempar gelas kopi ke lantai ruang rapat sebagai pelampiasan emosi sesaat.
Iwan yang diketahui masih memegang hak bicara saat insiden terjadi mengaku sempat meminta rekan-rekannya untuk bersabar. Ia menyampaikan bahwa dirinya masih ingin melanjutkan penyampaian pandangan terkait topik yang sedang dibahas. Namun di tengah penyampaian tersebut, gelas kopi itu tiba-tiba saja dilemparkan ke lantai oleh salah satu anggota dewan lainnya. Kejadian ini, lanjut Iwan, merupakan hal yang lumrah terjadi di lingkungan DPRD, sebab perdebatan dan perbedaan pendapat dalam rapat merupakan bagian dari dinamika kerja yang wajar.
Perlu ditegaskan kembali bahwa tidak ada aksi penyiraman kopi kepada Iwan sebagaimana yang diberitakan sebelumnya. Yang terjadi hanyalah aksi melempar gelas kosong ke lantai yang dilakukan oleh rekan sesama anggota DPRD sebagai bentuk frustrasi. Meski demikian, suasana rapat sempat memanas sesaat sebelum akhirnya kembali kondusif. Iwan berharap publik tidak serta merta mempercayai informasi yang belum tentu kebenarannya dan selalu melakukan konfirmasi terlebih dahulu terhadap sebuah kabar yang beredar.

Tinggalkan Balasan