
Kolomdata.id — Makassar – Pembangunan Stadion Sudiang yang diproyeksikan menjadi markas baru PSM Makassar terus berlanjut. Hingga 26 September 2026, progres proyek bertaraf internasional itu disebut menyentuh 22,36 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 20,92 persen. Proyek ini menjadi penanda harapan bagi suporter yang sudah sekitar enam tahun tak memiliki kandang di Kota Makassar sejak Stadion Mattoanging Andi Mattalatta dirobohkan.
Stadion dibangun di Kompleks Gedung Olahraga Sudiang, Jalan Pajjaiang Raya, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Dari lahan seluas sekitar 15 hektare yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sekitar 7 hektare di antaranya dipakai untuk bangunan utama, sedangkan sisanya disiapkan bagi fasilitas penunjang. Kawasan Sudiang dikenal sebagai salah satu pintu masuk Kota Makassar dari arah utara.
Fasilitas yang dirancang mengikuti standar FIFA itu antara lain berkapasitas sekitar 27.000 penonton berkonsep kursi tunggal alias single seat. Stadion dilengkapi lampu LED 1.500 lux, sistem penyiraman otomatis, serta drainase untuk mencegah genangan air. Pembangunan dikerjakan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulawesi Selatan. Desainnya disiapkan agar layak menjadi venue pertandingan tingkat nasional maupun internasional.
Pelaksana proyeknya adalah Waskita-Adhi KSO dengan nilai pekerjaan yang disebut kementerian sekitar Rp637,15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Stadion ditargetkan rampung pada 2027 dan diharapkan bisa mulai digunakan pada musim kompetisi Liga Indonesia 2027/2028. Hingga akhir 2026, progres ditargetkan menembus sekitar 65 persen. Pemerintah provinsi menyatakan komitmen melanjutkan proyek meski sempat menghadapi sejumlah kendala.
Kendala yang belum tuntas adalah klaim lahan sekitar dua hektare di sisi selatan kawasan proyek. Akses pekerja sempat diblokade pihak yang mengaku ahli waris. Persoalan itu dibahas dalam pertemuan tertutup di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Sungai Tangka, Makassar, Kamis, 1 Oktober 2026, yang dihadiri Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Suherman. DPRD Sulawesi Selatan melalui Komisi D mendesak pemprov melunasi sisa ganti rugi karena gugatan warga disebut sudah berkekuatan hukum tetap hingga tingkat kasasi.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan persoalan lahan masih berproses dan akan diselesaikan. Ia menyebut telah bertemu Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi untuk membahas hal tersebut. Meski klaim lahan belum tuntas, pekerjaan struktur di sisi barat, utara, dan timur stadion tetap berjalan, termasuk pemasangan sejumlah komponen tribune.
Selama stadion belum selesai, PSM Makassar belum memiliki kandang di Kota Makassar dan sempat memakai Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare, termasuk saat menjamu Persita tanpa penonton karena sanksi Komisi Disiplin PSSI. Kehadiran Stadion Sudiang diharapkan memulihkan atmosfer pertandingan kandang sekaligus menghidupkan kembali harapan suporter yang lama menantikan rumah baru Pasukan Ramang.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan