Kepemimpinan Herawan Raditya di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) periode 2023-2027 menyisakan pekerjaan rumah yang sangat berat. Ia resmi memegang kendali penuh organisasi setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten dan Klub (Musorkablub) yang digelar pada tahun 2025. Tanggung jawab yang diembannya tidak kecil, terlebih dengan berbagai agenda olahraga bergengsi yang sudah menanti di depan mata.
Alumni Fakultas Olahraga Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengemban amanah untuk mempersiapkan kontingen terbaik menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Wajo dan Bone. Sebelum berlaga di ajang tersebut, seluruh atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) di Lutim wajib melewati seleksi ketat pada tahap Pra Porprov yang berlangsung pada tahun ini. Kegagalan di babak kualifikasi otomatis menutup peluang untuk tampil di pesta olahraga antar daerah tersebut.
Ketua yang akrab dipanggil Wawan ini menyebutkan bahwa tidak kurang dari 30 cabang olahraga telah menyatakan diri siap bersaing dan memburu medali pada Porprov yang akan datang. Namun, ke-30 cabor tersebut masih terkendala persyaratan utama berupa kelolosan pada Pra Porprov. Ia menegaskan bahwa menyelesaikan seluruh administrasi dan persyaratan kualifikasi tersebut merupakan target mutlak yang harus tuntas di tahun ini.
Wawan juga mengungkapkan bahwa seluruh pengurus cabor memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinannya untuk menuntaskan periode kepengurusan hingga tahun 2027. Meskipun ia menyadari bahwa beban yang dipikulnya sangat besar, dukungan dari berbagai pihak menjadi modal utamanya dalam menjalankan roda organisasi. Perhatian khusus diberikan kepada cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang besar untuk bersinar pada Porprov nanti.
Ia menyebutkan bahwa Taekwondo dan Karate menjadi dua cabor yang dipastikan melaju ke Porprov Sulsel 2026. Optimisme tinggi disampaikannya terhadap kedua cabor ini, bahkan ia berani memprediksi akan adanya sumbangan medali emas dari atlet-atlet Taekwondo dan Karate. Keyakinan tersebut bukan tanpa dasar, mengingat torehan manis yang pernah diraih pada Porprov sebelumnya.
Pada Porprov Sulsel 2022 di Sinjai Bulukumba, tim Taekwondo Lutim sukses keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan tiga medali emas. Prestasi ini menjadi pelecut semangat bagi Wawan untuk menciptakan sejarah baru. Ia bertekad untuk membawa Lutim meraih minimal sepuluh medali emas pada perhelatan Porprov yang ke-18 nanti, sebuah angka yang jauh lebih tinggi dari pencapaian sebelumnya.
Dulu, ketika ia masih menjabat sebagai Ketua Harian KONI Lutim, perolehan medali emas di Porprov Pinrang hanya tiga keping. Angka tersebut kemudian meningkat signifikan menjadi sembilan medali emas pada ajang Porprov di Sinjai Bulukumba. Peningkatan tersebut ia hitung mencapai 300 persen, dan ia berharap tren positif ini dapat berlanjut pada Porprov mendatang.
Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, Wawan menilai bahwa sinergitas antar berbagai elemen tidak bisa ditawar lagi. Kerja sama yang solid antara KONI, pemerintah daerah, legislatif, dan para pemangku kepentingan lainnya harus terus dibangun. Menurutnya, hal ini merupakan kunci utama dalam membantu para atlet meraih prestasi yang diharapkan. Tanpa kolaborasi yang baik, target tinggi tersebut akan sulit untuk direalisasikan.
Selain fokus pada pembinaan cabor yang sudah mapan, Wawan juga melakukan pemantauan terhadap beberapa cabor potensial yang jarang terdengar namanya di kancah Porprov. Tiga cabor yang masuk dalam radar utamanya adalah renang, panahan, dan wushu. Ketiganya ditargetkan mampu menyumbangkan medali emas, walaupun dua dari tiga cabor tersebut belum pernah merasakan podium juara di ajang Porprov sebelumnya.
Strategi khusus telah disiapkan untuk mengejar target tersebut. Salah satu caranya adalah dengan melakukan mutasi atau transfer atlet dari luar daerah. Langkah ini diakuinya bukan semata-mata untuk menambah pundi-pundi medali, tetapi juga sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas atlet lokal. Dengan adanya atlet baru yang bergabung, ia berharap terjadi transfer ilmu dan pengalaman yang berharga bagi para atlet muda Lutim.
Wawan menceritakan bahwa untuk cabang renang, ia sudah berkomunikasi dengan seniornya yang berprofesi sebagai pelatih di Makassar. Bahkan, ia telah mengamankan beberapa atlet renang yang direncanakan akan dikontrak. Ia sangat berharap pada Porprov tahun depan, sejarah manis dapat terukir untuk KONI Lutim pada cabor renang yang selama ini belum pernah meraih emas.
Berbeda dengan renang, cabor panahan sebenarnya sudah pernah mencicipi manisnya medali emas pada Porprov di Sinjai Bulukumba. Namun, untuk Porprov kali ini, target yang dibidik lebih tinggi, yaitu minimal dua hingga tiga medali emas. Sementara itu, untuk cabor wushu, ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan atlet dari Makassar yang rencananya akan dikombinasikan dengan atlet lokal guna memperkuat tim dan meraih hasil maksimal.
Untuk cabor permainan seperti sepak bola, futsal, dan basket, target yang ditetapkan tidak terlalu tinggi. Mereka diharapkan mampu menembus babak semi final sehingga minimal dapat membawa pulang medali perunggu. Wawan juga menekankan bahwa jika Lutim bisa meraih medali pada cabor sepak bola atau futsal, hal itu sudah merupakan sebuah sejarah besar, karena selama ini belum pernah terjadi.
Ia kemudian menambahkan bahwa cabor basket telah membangun akademi pada tahun sebelumnya dengan harapan hasilnya dapat dipetik pada Porprov tahun ini. Namun, target terbesar untuk cabor basket sebenarnya dipatok pada tahun 2030. Ia menjelaskan bahwa sejak Kabupaten Luwu Timur terbentuk, belum pernah ada tim basket yang mampu lolos ke Porprov. Meskipun pada Porprov terakhir di Sinjai, kategori tiga lawan tiga sudah berhasil melaju, namun targetnya kini adalah meloloskan tim basket lima lawan lima.
Di balik berbagai target besar tersebut, Wawan juga mengakui adanya tantangan yang tidak kalah berat, terutama yang berkaitan dengan pendanaan. Anggaran yang tersedia, yaitu sebesar Rp 1,4 miliar, ia nilai tidak cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan persiapan dan pembinaan atlet. Oleh karena itu, ia akan berupaya memaksimalkan sumber dana lain, salah satunya melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari pihak swasta.
Ia mengenang bahwa pada Pra Porprov tahun 2021, PT Vale memberikan bantuan yang cukup signifikan. Atas dasar itu, ia berencana untuk melakukan audiensi dengan pihak perusahaan tambang tersebut dalam beberapa hari ke depan. Ia berharap PT Vale dapat berkontribusi membantu KONI Lutim, setidaknya dalam hal pemenuhan kebutuhan konsumsi para atlet selama persiapan maupun pertandingan Pra Porprov. Untuk kebutuhan Porprov nanti, tentu akan diusahakan sumber pendanaan lainnya.
Herman Hadi, Wakil Ketua I KONI Sulawesi Selatan, yang hadir di sela-sela Musorkablub KONI Lutim 2025, turut memberikan apresiasi. Ia menilai bahwa atlet-atlet asal Luwu Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Hal ini didukung oleh sarana dan prasarana olahraga yang dinilainya sudah lengkap dan memadai di daerah tersebut, serta adanya dukungan dari perusahaan besar seperti PT Vale.
Ia mencontohkan cabor renang yang sangat berpotensi untuk dimaksimalkan di Lutim. Oleh karena itu, ia berharap akan lahir atlet-atlet berkualitas nasional dari daerah ini. Herman juga mengakui bahwa atlet Taekwondo dan balap sepeda dari Lutim sangat berbakat. Ia pun berharap seluruh potensi tersebut dapat dirawat dan dikembangkan dengan baik, sehingga ajang Porprov dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi di kancah nasional.

Tinggalkan Balasan