Kolomdata.id – Semarang – Kebakaran melanda kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang yang berada di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (30/9) sekitar pukul 18.04 WIB. Memasuki Kamis (1/10), api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan, meski laporan di lapangan menyebut jumlah titik api mulai berkurang. Petugas terus bekerja agar kobaran tidak menyebar ke area lain.
Data dari BPBD Provinsi Jawa Tengah memperkirakan luas lahan yang terkena dampak kebakaran mencapai kurang lebih 10 hektare. Angka tersebut masih dalam tahap pendataan karena proses penghitungan belum tuntas. Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah tersebut. Penyebab munculnya api juga belum bisa dipastikan karena masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
BPBD Kota Semarang bersama tim gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan. Koordinasi lintas sektor dijalankan agar upaya penanggulangan berjalan efektif. Fokus utama diarahkan pada pemadaman, pendinginan, serta pengendalian titik api di area yang terbakar.
Penanganan kebakaran ini melibatkan banyak pihak. Selain BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kota Semarang, turut serta BPBD Kabupaten Demak, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Satpol PP, unsur TNI dan Polri, PMI, pemerintah Kecamatan Mijen dan Kelurahan Jatibarang, serta komunitas relawan.
Dukungan peralatan yang dikerahkan cukup beragam. Satu unit truk tangki datang dari BPBD Provinsi Jawa Tengah. Dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dikirim 11 unit truk pemadam. PDAM menyiapkan dua unit truk tangki, sementara DPU menurunkan empat unit truk tangki. Perkim mengirim satu unit truk tangki, PMI Kota Semarang menyertakan satu unit truk tangki berikut satu ambulans, dan satu ambulans Antasena juga dikerahkan. Rescue Samapta Polda Jawa Tengah melengkapi kekuatan dengan satu unit. Dinas Lingkungan Hidup ikut menyumbang satu unit excavator, satu unit loader, dan satu unit dozer.
Di lapangan, tim gabungan menghadapi sejumlah hambatan. Titik api berada di posisi yang sulit dijangkau petugas. Akses jalan menuju lokasi sempit, sementara kondisi api cepat menyebar. Keadaan itu menjadi pertimbangan penting bagi tim dalam menyusun strategi pemadaman dan pengendalian.
TPA Jatibarang sendiri merupakan fasilitas pengolahan sampah utama bagi Kota Semarang. Kawasan ini menampung timbunan sampah dalam volume besar setiap harinya. Kondisi tumpukan sampah yang padat membuat potensi kebakaran sulit dihindari, terlebih pada musim kemarau. Api pada timbunan sampah dapat bertahan lama karena pembakaran terjadi di lapisan bawah dan sulit dijangkau dari permukaan.
Hingga kini, upaya pendinginan dan pengendalian titik api masih dilanjutkan. Tim gabungan berkomitmen mencegah kebakaran meluas ke zona lain di dalam maupun sekitar TPA. Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendekati area yang masih dalam penanganan.
Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan