Makassar, 29 Agustus 2022 — Sebuah tragedi malam yang memilukan terjadi di gedung DPRD Kota Makassar, menewaskan empat orang dalam aksi unjuk rasa yang berujung pada kebakaran hebat. Dari keempat korban tersebut, tiga di antaranya ditemukan dalam kondisi hangus terbakar dan sulit dikenali, sementara satu korban lainnya tewas setelah melompat dari lantai empat gedung. Kepastian ini terungkap dari rangkaian peristiwa yang berlangsung Jumat malam saat rapat paripurna APBD Perubahan 2025 tengah berlangsung di dalam ruang sidang utama.
Peristiwa nahas ini menewaskan Budi, seorang anggota Satpol PP Kota Makassar, yang ditemukan tak bernyawa di halaman kantor DPRD setelah nekat melompat dari lantai empat untuk menyelamatkan diri dari kepungan api. Sementara itu, tiga korban lainnya — Sarina, Syaiful, dan Muh Akbar Basri — ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh nyaris tidak tersisa akibat terjebak kobaran api yang melahap sebagian besar bangunan gedung tersebut.
Sarina, yang berprofesi sebagai staf dari anggota DPRD Andi Tenri Uji, diketahui sedang menjalankan tugasnya saat musibah tersebut terjadi. Ia terjebak di lantai dua ketika api dengan cepat membesar dan memblokir semua akses keluar. Syaiful, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah, hadir dalam acara tersebut sebagai perwakilan dari Camat Ujung Tanah dalam jajaran eksekutif, dan menjadi salah satu korban yang tak sempat menyelamatkan diri.
Korban terakhir adalah Muh Akbar Basri, atau yang akrab disapa Ubay, seorang fotografer resmi di lingkungan DPRD Kota Makassar. Ia diketahui masih berada di dalam gedung ketika api semakin membesar dan tidak sempat keluar, hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di antara puing-puing bangunan yang hangus. Keempat jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut, sementara pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran dan jatuhnya korban jiwa dalam demonstrasi tersebut.

Tinggalkan Balasan