Menu

Mode Gelap
PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan  Petani Tagih Realisasi Program Unggulan Pupuk Gratis Ibas-Puspa Forum Anak Butuh Perhatian, Mahading : Doakan Usulan Ini Bisa Masuk APBD 2027 Serap Aspirasi, Masyarakat Ucapkan Terima Kasih Kepada HM Siddiq BM  Bermasalah? Kejari Lutim Diam-Diam Periksa Pejabat ULP dan PPK Patgulipat Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Pemda Lutim

News

Uang Lembur Tak Terbayar, Petugas Kebersihan Ancam Mogok Kerja 

badge-check


					Para petugas kebersihan sangat sigap membersihkan sampah disela-sela kegiatan. Perbesar

Para petugas kebersihan sangat sigap membersihkan sampah disela-sela kegiatan.

Kolomdata.id — Sudah dua bulan berlalu. Uang lembur petugas kebersihan tak kunjung dibayarkan. Mereka, ancam mogok kerja.

 

Para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur sudah cukup sabar menunggu. Namun, uang lembur yang dijanjikan belum ada hingga saat ini.

 

“Waktu pesta rakyat itu kami kerja dari pagi sampai malam. Katanya ada uang lembur Rp 50 ribu. Bahkan dijanjikan akan ditambah jadi 75 ribu. Kita tagih, tapi dicuekin,” kata salah seorang petugas kebersihan kepada kolomdata.id, Senin, (21/07/28).

 

Dia meminta agar identitasnya tak disebutkan. Sebab, banyak hal yang bisa menimpa dirinya. Tak hanya teguran. Sanksi pemecatan bisa saja terjadi.

 

“Yang lebih parah sebenarnya, ini uang lembur kami kami dipangkas lagi. Kasihan betul kami kalau begini. Dan kami sudah sepakat dengan petugas kebersihan, akan lakukan mogok kerja kalau itu dilakukan,” ungkapnya kecewa.

 

Ia tahu betul, bagaimana petugas kebersihan harus bangun lebih pagi dari kebanyakan pegawai. Mereka berpencar membersihkan seluruh area, terutama fasilitas umum.

 

Lingkungan sehat dan bersih tentu jasa mereka para petugas kebersihan. Bahkan, mereka kerap terlibat dalam aktivitas pemangkasan pohon.

 

Mereka hanya diberikan gaji Rp 1,7 juta setiap bulannya. “Disyukuri sebenarnya pak. Meski kami harus pintar-pintar lagi cari pekerjaan di luar untuk dapat biaya tambahan. Karena kami juga punya keluarga. Ada anak yang harus dibiayai,” imbuhnya dengan mata berkaca-kaca. (*)

Baca Lainnya

Oknum Sales Anak Perusahaan Japfa Group Diduga Jadi Dalang Monopoli Pasar

11 Februari 2026 - 07:00 WITA

Kasek SMAN 20 Makassar Bingung, Dua Siswanya Dilaporkan ke Polisi

10 Februari 2026 - 16:09 WITA

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Trending di Hukum dan Kriminal