Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia 14 tahun di Kabupaten Luwu Timur. Erik Prasetya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah tenggelam di sebuah saluran irigasi. Kejadian ini menyisakan sejumlah pertanyaan besar karena kondisi air di lokasi kejadian dinilai tidak cukup dalam untuk menenggelamkan orang dewasa.

Kronologi bermula ketika Erik bersama tiga kawannya, yaitu Elka Fiki Triandika, Febian Paena, dan Aldi Angriawan, tiba di saluran irigasi pengairan 13 BK pada Rabu (23/07/25) sekitar pukul 16.20 WITA. Lokasi tepatnya berada di Dusun Mojokerto, Desa Lestari, Kecamatan Tomoni. Saat itu, Febian tercatat sebagai orang pertama yang langsung menceburkan diri ke air.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kasubsi Penmas Polres Lutim, Bripka Andi Muh Taufik, berdasarkan laporan dari saksi Elka, Erik sebenarnya sudah dilarang untuk ikut berenang. Namun larangan itu tidak digubris. Erik tetap memaksakan diri dan mengaku ingin belajar berenang. Sikap nekat itu akhirnya membawanya pada petaka.

Belum genap beberapa saat di dalam air, Erik sempat naik ke daratan. Akan tetapi, dia kemudian memutuskan untuk melompat kembali ke saluran untuk kedua kalinya. Pada momen itulah kejadian nahas terjadi. Para saksi melihat Erik mengangkat satu tangannya ke atas sambil melambai-lambai. Ekspresinya tampak tersenyum, sehingga rekan-rekannya mengira dia hanya bercanda. Sayangnya, dugaan itu meleset. Erik tak kunjung muncul ke permukaan.

Elka yang saat itu tengah duduk di atas sepeda motor bersama Aldi di tepian saluran segera memanggil Febian. Mereka bergegas meminta Febian untuk menolong Erik. Febian pun langsung menyelam untuk mencari keberadaan korban, tetapi usaha itu membuahkan hasil nihil. Tidak ada jejak Erik yang ditemukan di dasar saluran.

Kepanikan akhirnya melanda ketiga remaja tersebut. Elka dan Aldi lantas berlari mencari bantuan ke warga sekitar. Tidak lama kemudian, aparat kepolisian dari Polsek Mangkutana serta tim Damkar turut datang dan memulai proses pencarian. Upaya penyisiran berlangsung cukup alot dan memakan waktu lebih dari dua jam.

Jenasah Erik akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 18.20 WITA. Titik penemuan berada kurang lebih 30 meter dari lokasi awal dia tenggelam. Kondisi korban saat itu sudah tidak sadarkan diri. Tanpa menunggu ambulans, korban langsung dilarikan ke RSUD I Laga Ligo Wotu dengan menggunakan mobil patroli milik Polsek Mangkutana. Di ruang Unit Gawat Darurat, tim medis berupaya melakukan pertolongan, namun nyawa Erik tidak tertolong. Dia dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa ini dinilai janggal oleh pihak kepolisian. Pasalnya, berdasarkan pengamatan warga saat proses pencarian, posisi air hanya berada di bawah dada orang dewasa dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter. Kondisi tersebut tentu tidak wajar jika menyebabkan seseorang tenggelam. Oleh karena itu, Polsek Mangkutana memastikan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap misteri di balik kematian remaja tersebut.