Fenomena mengejutkan terjadi dalam pengelolaan anggaran pendidikan di Kabupaten Luwu Timur. Belasan unit toilet sekolah ternyata menghabiskan dana hingga lebih dari dua miliar rupiah, sebuah angka yang sulit diterima akal sehat karena nilainya bahkan melampaui harga rumah bersubsidi. Dinas Pendidikan setempat telah mengalokasikan dana yang sangat besar untuk pembangunan fasilitas sanitasi di berbagai sekolah, dengan rincian yang terbilang fantastis.

Dari total belanja yang mencapai Rp 2 miliar lebih tersebut, terdapat tiga belas sekolah yang menerima kucuran dana untuk proyek WC. Perinciannya adalah sebagai berikut: SDN 117 Benteng dan SDN 113 Mambotu, keduanya di Kecamatan Burau, masing-masing mendapat alokasi pagu sebesar Rp 200 juta. Sementara itu, Kelas Jauh Mangkulande di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, bersama dengan SDN 153 Kalaena Kiri I di Desa Sumber Agung, Kecamatan Kalaena, serta SDN Kelas Jauh Saele di Desa Asana, Kecamatan Burau, sama-sama dibebani pagu anggaran Rp 185,3 juta.

Kemudian, SDN 207 Taripa di Kecamatan Angkona, SDN 276 Tokalimbo di Kecamatan Towuti, dan SDN 278 Mahalona di Desa Tole, Kecamatan Towuti, masing-masing mengantongi anggaran senilai Rp 196,2 juta. Untuk SDN 130 Karambua di Kecamatan Wotu, pagu yang disiapkan mencapai Rp 174,4 juta. Adapun SDN 232 Wulasi di Desa Manurung, Kecamatan Malili dan SDN 246 Tabarano di Kecamatan Wasuponda sama-sama dialokasikan dana sebesar Rp 150 juta. SMPN 5 Malili di Desa Wewangriu juga menerima anggaran Rp 150 juta. Sementara itu, pagu terendah tercatat pada SDN 257 Kawata di Kecamatan Wasuponda yang “hanya” Rp 100 juta.

Menariknya, sumber pembiayaan proyek-proyek tersebut berasal dari Dana Alokasi Umum atau yang kerap disingkat DAU. Jika ditotal secara keseluruhan, jumlah yang dibelanjakan untuk membangun fasilitas buang air kecil dan besar di lingkungan sekolah ini sungguh mencengangkan, yakni menembus angka di atas Rp 2 miliar. Nilai tersebut setara dengan pembelian beberapa unit rumah tapak sederhana yang tengah digalakkan pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Bukan hanya pembangunan baru, Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur juga tercatat menganggarkan dana untuk merenovasi toilet yang sudah ada di SMPN 2 Malili yang beralamat di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili. Proyek rehabilitasi tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp 53,5 juta, melengkapi deretan panjang belanja infrastruktur sanitasi di wilayah tersebut yang patut menjadi perhatian publik.