KolomData.id – Makassar – PSM Makassar kembali diterpa isu tak sedap. Kabar soal banned FIFA kembali beredar di sosial media dan santer dikabarkan berbagai media sosial. Isu yang beredar menyebut sanksi kali ini berupa banned transfer pemain dalam kurun waktu tiga musim ke depan.

Kabar tersebut mencuat di tengah kondisi PSM yang baru saja selesai berurusan dengan FIFA pada bulan Agustus lalu. Saat itu, sanksi transfer mereka dicabut setelah kesulitan mendaftarkan pemain asing. Kesulitan itu juga yang menjadi penyebab PSM baru bisa memainkan seluruh pemain asing barunya pada pekan keempat Super League musim ini.

Isu banned FIFA ini kembali mencuat setelah Bernardo Tavares menyatakan mundur dari kursi pelatih kepala PSM. Alasan yang disampaikan adalah finansial. Gajinya dalam beberapa bulan belum terbayarkan dan ia menilai manajemen ingkar janji.

Kondisi ini sangat disayangkan. Manajemen PSM harus segera bertindak atas hal ini, agar dampaknya tidak semakin besar. Sebab, persoalan sanksi transfer dan tunggakan gaji menyangkut dua hal sekaligus: kelangsungan pendaftaran pemain dan hubungan kerja dengan pelatih kepala.

Sampai berita ini diturunkan, manajemen PSM belum memberikan keterangan resmi. Artinya, belum ada penjelasan apakah kabar banned FIFA itu benar, dan belum ada pula keterangan soal status tunggakan gaji yang disebut menjadi alasan mundurnya Bernardo Tavares.

Karena itu, kabar yang beredar baru sebatas isu di sosial media dan pemberitaan media sosial. Belum ada konfirmasi resmi yang bisa memastikan kebenarannya. Publik pun masih menunggu sikap manajemen PSM atas dua persoalan yang disebut saling berkaitan itu.

Yang jelas, PSM sebelumnya sudah pernah menghadapi persoalan serupa dengan FIFA. Pengalaman bulan Agustus lalu menunjukkan bahwa sanksi transfer bisa dicabut, tetapi prosesnya berkaitan erat dengan kesulitan mendaftarkan pemain asing. Kini, dengan munculnya kembali isu banned FIFA, perhatian tertuju pada langkah manajemen PSM. (*)