Kepemimpinan Taufan Pawe di DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan akan resmi berakhir pada Rabu, 19 November 2025. Setelah itu, kursi ketua akan diperebutkan dalam Musyawarah Daerah yang rencananya digelar dalam waktu dekat. Beberapa figur telah mengemuka sebagai kandidat kuat penggantinya, dan salah satunya justru nama Taufan Pawe sendiri yang kembali mencalonkan diri.

Nama-nama lain yang santer disebut antara lain Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang dijagokan sebagai kuda hitam. Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, juga masuk dalam radar perebutan kursi pimpinan tertinggi partai berlambang pohon beringin itu. Tidak ketinggalan, Ilham Arief Sirajuddin dan Adnan Purichta Ichsan turut disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Para tokoh ini dinilai layak untuk bersaing memperebutkan posisi nomor satu di Golkar Sulsel.

Menanggapi munculnya sejumlah nama tersebut, kader senior Golkar yang juga mantan Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham, memberikan tanggapannya. Menurutnya, semua figur yang beredar memang pantas untuk maju dan bertarung dalam Musda mendatang. Ia mempersilakan siapa pun yang berniat bersaing, termasuk Appi, Andi Ina, dan Aco, untuk mengajukan diri.

Lebih lanjut, Idrus Marham menekankan pentingnya komposisi kepengurusan yang seimbang agar partai bisa menjadi lumbung suara yang solid. Ia mengingatkan bahwa kombinasi antara kader senior dan kader muda mutlak diperlukan. Menurutnya, tanpa stratifikasi yang jelas, mustahil Golkar Sulsel menjadi kekuatan politik yang tangguh. Para senior membawa pengalaman dan jaringan, sementara kader muda menghadirkan energi dan semangat baru yang tidak kalah penting.