Proses suksesi kepemimpinan di tubuh Polres Luwu Timur segera bergulir. AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi dipastikan menggantikan AKBP Zulkarnain dalam upacara serah terima jabatan yang dijadwalkan berlangsung di Markas Polda Sulawesi Selatan pada Selasa, 8 Juli 2025 mendatang. Publik tentu menanti gebrakan apa yang akan dihadirkan perwira kelahiran Pontianak ini di wilayah hukum yang baru dipimpinnya, terutama setelah reputasinya yang moncer dalam membongkar sejumlah kasus besar.

Karir perwira yang kini menginjak usia 39 tahun itu memang terbilang fenomenal dan menanjak sangat pesat. Sebelum memimpin Polres Lutim, ia sempat bertugas menangani perkara dugaan korupsi terkait kapal di Polda Sulawesi Tenggara. Sementara itu, ketika masih berdinas di Polda Sumatera Utara, namanya harum setelah berhasil mengungkap sindikat narkoba lintas negara yang menghubungkan Malaysia dengan Indonesia. Pertanyaannya sekarang, sanggupkah ia mengulang kesuksesan serupa dengan membongkar kasus-kasus pelik yang mungkin bersembunyi di Luwu Timur?

Riwayat penugasan Ario Putranto sangatlah panjang dan beragam, menunjukkan pengalaman yang komprehensif. Pada tahun 2008, ia memulai pengabdiannya sebagai perwira pertama di Polres Ketapang, Polda Kalimantan Barat. Setahun berselang, ia dipercaya memimpin Polsek Pulau Maya Karimata yang juga masih berada di wilayah Polres Ketapang. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Panit 2 SI Lidik Subdit Gakkum Dit Polair Polda Kalbar pada tahun 2011, lalu dipercaya menjadi nakhoda Kapal I KP Landak 602 di tahun 2012.

Jejak karirnya terus berlanjut dengan menduduki posisi Kapolsek Matan Hilir Selatan pada tahun 2013. Di tahun yang sama, ia dipercaya memimpin Satpolairud Polres Ketapang dengan pangkat IVB. Perjalanan dinasnya kemudian membawanya ke Sumatera Utara, di mana ia sempat bergabung sebagai Pama Polda Sumut pada 2016. Di tempat yang sama, ia mengemban amanah sebagai Kanit 1 Sipatwalairud Subdit Patrolairud Ditpolairud Polda Sumut dan kemudian menjadi Kasatpolairud Polres Tanjung Balai dengan pangkat IVA pada tahun yang sama.

Kiprahnya di bidang pemberantasan narkoba dimulai pada tahun 2017 ketika ia menjadi Panit 1 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sumut dengan pangkat IVA. Tiga tahun kemudian, jabatannya naik menjadi Kanit 4 Subdit 1 di direktorat yang sama dengan pangkat IIIB2. Pada 2023, ia dipindahkan ke Bidpropam sebagai PS Kasubbidpaminal dengan pangkat IIIA2, dan sempat ditempatkan sebagai Pamen di Ro SDM Polda Sumut pada tahun 2013. Untuk mengasah kemampuan manajerialnya, ia pun dikirim mengikuti Pendidikan Sespimmen Polri Dikreg ke-64 pada tahun 2024.

Setelah menuntaskan pendidikan, karirnya melejit di Polda Sulawesi Tenggara dengan menjadi Pamen Polda Sultra, Kasubdit Potroliairud Ditpolairud, hingga akhirnya menjabat sebagai Kasubdit 3 Ditreskrimsus dengan pangkat IIIA2. Kombinasi pengalaman di bidang reserse, narkoba, hingga pengamanan perairan inilah yang menjadikannya figur yang dinilai tepat untuk memimpin Polres Luwu Timur. Kini, semua mata tertuju padanya, menanti apakah ia mampu membawa angin segar dan membongkar persoalan-persoalan besar di daerah baru tersebut.