Jakarta, 20 Oktober 2025 – Malam itu, Aula H.M. Rasjidi di Kementerian Agama RI menjadi saksi atas pengakuan nasional terhadap salah satu kepala daerah termuda di Indonesia Timur. M Fathul Fauzy Nurdin, yang akrab disapa Uji Nurdin, resmi menyandang gelar penerima Pesantren Award 2025. Penghargaan prestisius yang diberikan oleh Kemenag RI ini secara khusus menyoroti peran Bupati Bantaeng tersebut dalam mengangkat derajat pendidikan pesantren dan keagamaan Islam di wilayahnya. Dari sekian banyak kepala daerah kabupaten/kota se-Indonesia, hanya tiga nama yang berhasil meraih kategori ini, dan Bantaeng berdiri sejajar dengan Sumedang serta Kendal. Yang lebih membanggakan, dari seluruh Sulawesi Selatan, hanya dirinya satu-satunya yang berhasil menembus babak final.

Proses seleksi yang ketat telah dilalui oleh orang nomor satu di Bantaeng itu. Sebelum akhirnya diumumkan sebagai salah satu dari tiga penerima terbaik, namanya sempat tercatat sebagai satu dari tujuh finalis untuk kategori Bupati/Wali Kota. Para pesaingnya di tahap awal tersebut antara lain Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, serta Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Sementara itu, untuk kategori gubernur, deretan finalis diisi oleh H. Herman Deru dari Sumatera Selatan, Mahyeldi dari Sumatera Barat, Khofifah Indar Parawansa dari Jawa Timur, Ahmad Luthfi dari Jawa Tengah, H. Muhidin dari Kalimantan Selatan, dan Muzakir Manaf dari Aceh. Nama-nama tersebut terpampang dalam daftar resmi finalis Pesantren Award 2025 yang dirilis panitia.

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama Prof. Nasaruddin tersebut bukan sekadar seremoni belaka. Malam penganugerahan itu dihadiri oleh para tokoh pendidikan dan pejabat tinggi negara. Dalam sambutannya setelah menerima piala dan piagam, Fathul Fauzy melontarkan rasa syukur yang mendalam. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi semua elemen masyarakat Bantaeng. Kepada para santri, pembina, tokoh agama, serta jajaran Kemenag Bantaeng, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Semua doa dan dukungan yang mengalir, menurutnya, telah mengantarkan Bantaeng pada kehormatan ini.

Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, kemudian memberikan penjelasan mengenai alasan di balik terpilihnya Bupati Bantaeng. Menurutnya, kepedulian yang konsisten serta kontribusi nyata yang diberikan oleh Fathul Fauzy dalam memajukan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam menjadi pertimbangan utama. Kebijakan dan program kerja yang telah dijalankan selama ini dinilai berdampak positif bagi perkembangan lembaga pendidikan Islam di daerahnya. Basnang Said juga menyampaikan harapannya agar ajang tahunan ini bisa menjadi pemantik semangat, bukan hanya sebagai ajang apresiasi, tetapi juga sebagai inspirasi bagi pesantren di seluruh penjuru negeri untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Bagi Bantaeng, prestasi ini tentu bukan perkara kecil. Status sebagai satu-satunya perwakilan Sulawesi Selatan di ajang nasional ini merupakan kebanggaan tersendiri. Apalagi, dengan diraihnya penghargaan tersebut, nama Bantaeng kini tercatat sebagai salah satu daerah paling perhatian terhadap pengembangan pesantren di Indonesia. Keberhasilan yang diukir oleh kepala daerah termuda di Sulsel ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi daerah-daerah lain untuk mengikuti jejak serupa dalam memajukan pendidikan berbasis keagamaan.