PSM Makassar masih berkutat dengan performa yang jauh dari kata meyakinkan pada tiga pertandingan pembuka BRI Super League 2025/2026. Dari seluruh laga tersebut, tim berjuluk Juku Eja itu hanya mampu mengamankan satu poin setiap kali bertanding. Hasilnya selalu berakhir dengan skor identik 1-1, baik saat menjamu Persijap Jepara, melawat ke kandang Bhayangkara Lampung FC, maupun bermain di hadapan publik sendiri melawan Semen Padang.
Kondisi fisik pemain yang tidak prima serta waktu persiapan yang sangat terbatas disebut sebagai biang keladi di balik rentetan hasil kurang memuaskan ini. Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal yang menukangi PSM, menyampaikan bahwa timnya tidak bisa tampil maksimal karena persiapan yang dilakukan jauh dari kata ideal. Ia mencontohkan situasi yang dialami Yuran, pemain anyar yang baru bergabung selama sepekan terakhir. Sebelumnya, Yuran sempat vakum selama tiga bulan tanpa bertanding bersama tim mana pun.
Tavares sebenarnya sudah menaruh harapan besar agar komposisi pemainnya bisa lengkap sejak awal kompetisi. Namun kenyataannya, pada dua laga pertama, skuadnya belum bisa diperkuat oleh seluruh pemain dalam kondisi seratus persen. Memasuki laga ketiga, masalah yang dihadapi justru bergeser pada minimnya waktu persiapan. Beberapa penggawa PSM bahkan terpaksa diturunkan dalam keadaan belum pulih total dari cedera. Neto, misalnya, harus menepi dan tidak bisa dimainkan karena masih mengalami masalah fisik.
Kondisi ini membuat Tavares menyebut timnya sebagai skuad yang dipenuhi cedera. Lucky dan Rizky baru saja melewati masa pemulihan, sementara Yuran mengisi posisi Neto yang cedera. Victor Luiz hanya tampil beberapa menit di babak kedua dengan kondisi tidak fit, ditambah Ricky yang juga bergelut dengan cedera. Menurut Tavares, situasi ini jelas menghambat langkah tim untuk tampil kompetitif.
Selain masalah cedera dan persiapan, faktor perjalanan juga dinilai menguras energi para pemain. Tavares menuturkan bahwa perjalanan panjang yang ditempuh timnya menyita banyak waktu dan tenaga yang seharusnya bisa digunakan untuk mematangkan strategi serta menjaga kebugaran. Ia membandingkan dengan Semen Padang yang bermain sehari lebih awal dan tidak perlu menempuh perjalanan jauh. Menurutnya, lawan jelas memiliki persiapan yang lebih matang, terutama dalam hal adaptasi terhadap kondisi lapangan dan cuaca.
Namun, Tavares menegaskan bahwa alasan-alasan tersebut tidak bisa lagi dijadikan pembenaran saat PSM menjamu Persebaya di laga berikutnya. Kali ini, timnya memiliki jeda waktu yang cukup untuk beristirahat dan bersiap, sementara Persebaya baru saja bertanding pada malam sebelumnya. Selain itu, PSM akan bermain di Parepare, kandang sendiri yang sudah sangat dikenal para pemain, mulai dari karakteristik lapangan hingga cuacanya. Dukungan langsung dari suporter juga akan menjadi suntikan motivasi tambahan.
Tavares juga menyoroti bahwa lini pemain pengganti saat ini sudah cukup banyak tersedia, terutama untuk menutup posisi pemain yang cedera. Semua pemain anyar yang direkrut merupakan pilihan pribadinya, khususnya untuk slot pemain asing. Dengan segala kelengkapan tersebut, ia menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk menjadikan cedera, persiapan, pemulihan, atau pun perjalanan sebagai kambing hitam apabila hasil buruk kembali terjadi melawan Persebaya.

Tinggalkan Balasan