Proses pembangunan terowongan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTM) di wilayah Luwu Timur mengalami hambatan serius akibat insiden tanah longsor yang memerangkap dua orang pekerja di bagian terdalam proyek tersebut. Hingga Rabu sore pukul 16.27 Wita, tim penyelamat masih berjuang keras untuk menjangkau kedua korban yang tertimbun material di kedalaman 800 meter dari mulut terowongan.

Korban yang teridentifikasi adalah Aldi Samba (21), yang bertugas sebagai operator loader, serta Henrik (20), yang mengoperasikan dump truk. Keduanya merupakan karyawan dari PT Sulindo Putra Mandiri yang sedang bertugas melakukan pembersihan material di dalam terowongan PLTM Passokoran yang berlokasi di Desa Rante Mario, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur.

Kejadian nahas tersebut berlangsung pada Selasa malam sekitar pukul 23.30 Wita, ketika kedua operator alat berat tersebut sedang bekerja di titik yang berjarak 800 meter dari pintu masuk terowongan. Secara tiba-tiba, dinding terowongan pada bagian outlet yang berjarak sekitar 230 meter dari luar runtuh dan menutup akses keluar masuk.

Informasi mengenai musibah ini disampaikan oleh Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh Taufik, dalam keterangannya kepada media. Ia menjelaskan bahwa material longsor yang menutup lorong tersebut memiliki ketebalan mencapai 6 meter, sehingga kedua pekerja tidak dapat keluar dari lokasi mereka berada.

Pihak perusahaan selaku pemilik proyek langsung bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan timbunan tanah dan bebatuan yang menghalangi jalur evakuasi. Hingga saat ini, proses pembersihan material longsor tersebut masih berlangsung dan tersisa sekitar 3 meter lagi sebelum lorong dapat ditembus.

Sebagai upaya penyelamatan sementara, perusahaan telah mengambil langkah antisipatif dengan memasukkan pipa besi menembus material longsor. Pipa tersebut difungsikan sebagai saluran komunikasi sekaligus jalur pengiriman makanan bagi kedua pekerja yang masih bertahan di dalam terowongan. Selain itu, tabung oksigen juga telah dimasukkan untuk memastikan pasokan udara tetap terjaga bagi kedua korban.

Menurut keterangan lebih lanjut dari Bripka Andi Muh Taufik, kondisi kedua karyawan yang terjebak tersebut dilaporkan dalam keadaan selamat dan tidak mengalami luka serius. Pihak perusahaan bersama tim gabungan terus berupaya maksimal untuk mempercepat proses evakuasi agar kedua korban dapat segera dikeluarkan dari dalam terowongan.