PSM Makassar kembali menuai hasil yang mengecewakan dalam laga kontra Persik Kediri. Meski bermain dengan keunggulan jumlah pemain, anak asuh Bernardo Tavares hanya mampu bermain imbang 1-1. Alex Tank sempat membawa tim berjuluk Juku Eja itu unggul lebih dulu, namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Imanol Garcia menyamakan kedudukan. Catatan pertemuan kedua tim pun kian memprihatinkan, di mana PSM hanya pernah meraih empat kali hasil seri dan satu kekalahan dari lima laga terakhir menghadapi Persik.

Menempati peringkat 15 klasemen sementara, PSM kini hanya berjarak dua angka dari zona merah. Jurang degradasi mulai menganga di depan mata, meski peluang untuk keluar dari situasi sulit ini masih terbuka lebar. Dengan sisa 26 pertandingan yang akan dijalani, tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu sejatinya masih memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki posisi. Jika konsisten meraih kemenangan, bukan tidak mungkin persaingan menuju puncak klasemen pun masih bisa diperebutkan. Namun di sisi lain, jika tren negatif ini berlanjut, ancaman terdegradasi ke Liga 2 musim depan menjadi momok yang sangat nyata.

Hasil imbang ini menjadi pukulan tersendiri bagi skuad berjuluk Pasukan Ramang. Keunggulan satu pemain sejak babak kedua semestinya menjadi momentum untuk memetik tiga poin penuh. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat mereka harus puas berbagi angka. Situasi klasemen yang ketat membuat setiap kehilangan poin menjadi sangat berarti. Publik Makassar pun mulai cemas, mengingat performa tim yang masih jauh dari harapan di kompetisi musim ini.