KolomData.id – Makassar – PSM Makassar gagal mengalahkan Persik Kediri. Padahal Juku Eja unggul jumlah pemain. Mereka sempat unggul lebih dulu lewat gol Alex Tank, lalu disamakan oleh Imanol Garcia. Akhirnya, pertandingan ditutup dengan hasil imbang 1-1.
Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor buruk PSM Makassar saat menghadapi Persik Kediri. Hanya empat kali imbang dan satu kali kalah. Rekor buruk itu berarti PSM belum pernah sekalipun menang atas Persik Kediri dalam pertemuan-pertemuan yang sudah tercatat. Catatan tersebut menegaskan bahwa Persik Kediri masih menjadi lawan yang sulit dikalahkan oleh Juku Eja, bahkan ketika mereka bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Dalam pertandingan ini, PSM sebenarnya memiliki keunggulan jumlah pemain. Keunggulan itu muncul karena Persik Kediri harus bermain dengan 10 pemain. Namun, keunggulan jumlah pemain tidak mampu dimanfaatkan PSM untuk meraih kemenangan. Mereka sempat unggul lebih dulu lewat gol Alex Tank, tetapi Persik Kediri mampu menyamakan kedudukan melalui gol Imanol Garcia. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Selain rekor buruk yang kian panjang, PSM juga dibayang-bayangi jurang degradasi. Saat ini Juku Eja berada di peringkat 15, hanya berjarak dua poin dari zona degradasi. Posisi tersebut membuat PSM berada dalam situasi yang rawan. Jarak dua poin dari zona degradasi berarti hasil-hasil buruk berikutnya bisa membuat mereka semakin dekat ke dasar klasemen. Sebaliknya, kemenangan bisa menjauhkan mereka dari tekanan itu.
Akan tetapi, PSM masih punya peluang untuk bangkit. 26 pertandingan masih akan dijalani dan mereka bisa memaksimalkan hal itu. Jumlah pertandingan yang tersisa itu masih cukup panjang bagi PSM untuk memperbaiki posisi. Jika hasil positif terus mereka raih, maka tidak menutup kemungkinan perebutan gelar juara masih terbuka untuk mereka. Peluang itu tetap ada selama PSM mampu meraih poin secara konsisten di sisa pertandingan.
Tetapi jika terus menorehkan hasil buruk, PSM Makassar juga tidak menutup kemungkinan terpuruk bahkan turun kasta ke Liga 2 musim berikutnya. Dua kemungkinan itu sama-sama terbuka, tergantung pada hasil yang diraih PSM di pertandingan-pertandingan berikutnya. Hasil imbang melawan Persik Kediri menjadi salah satu contoh bagaimana PSM belum mampu memaksimalkan peluang yang ada.
Dengan posisi di peringkat 15 dan jarak dua poin dari zona degradasi, PSM Makassar berada di persimpangan. Sisa 26 pertandingan menjadi ruang bagi mereka untuk menentukan arah musim ini. Jika hasil positif terus diraih, peluang bangkit dan bahkan ikut bersaing di jalur juara masih terbuka. Namun, jika hasil buruk terus berlanjut, ancaman turun kasta ke Liga 2 musim berikutnya akan semakin nyata. (*)

Tinggalkan Balasan