KolomData.id – Makassar – DPD II Partai Golkar Kota Makassar membidik kursi Ketua DPRD pada Pileg mendatang. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Ariuddin. Kata dia, hanya itu target yang belum terwujud. “Dari tiga target, dua sudah terpenuhi. Golkar peraih suara terbanyak di Makassar dan menang Pilwalkot. Hanya satu saja yang belum, mendapatkan kursi terbanyak,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
DPD II adalah struktur kepengurusan partai di tingkat kabupaten/kota. Munafri menyebut ada tiga target yang dipasang Golkar Makassar. Dua di antaranya sudah tercapai, yakni menjadi peraih suara terbanyak di Makassar dan memenangkan Pilwalkot. Satu target yang belum terwujud adalah mendapatkan kursi terbanyak, yang akan mengantar Golkar ke kursi Ketua DPRD.
Orang nomor satu di Golkar Kota Makassar itu mengatakan persiapan sudah harus dilakukan sejak dini. Mapping suara juga harus dipetakan agar target tersebut bisa terwujud pada 2029 mendatang. Menurutnya, kerja-kerja politik tidak bisa dimulai mendadak saat momentum pemilihan tiba.
“Saya berharap Bappilu juga sudah menyiapkan siapa saja yang akan menjadi caleg. Jangan pada saat momentumnya baru sibuk bekerja,” kata dia. Bappilu merupakan badan yang bertugas menyiapkan dan mengelola strategi pemenangan pemilu di internal partai. Lewat Bappilu, Golkar Makassar diharapkan memiliki daftar caleg yang matang jauh sebelum tahapan pemilu berjalan.
Appi — sapaan akrab Munafri — juga meminta seluruh kader di semua tingkatan bekerja maksimal sejak saat ini. Tujuannya, agar mereka tidak bergantung pada kekuatan finansial, namun lebih pada investasi sosial. Ia menekankan bahwa kerja politik yang hanya bertumpu pada uang rentan gagal saat pemilihan.
“Golkar ini punya sejarah dan pengaruh kuat. Jadi jangan hanya bilang aman mi itu, tetapi pas pemilihan cuma 200 suaranya. Investasi sosial, jangan andalkan uang,” tegas dia. Pernyataan itu menyasar kader yang menganggap kemenangan bisa diraih tanpa kerja lapangan yang sungguh-sungguh.
Dengan dua target yang sudah terpenuhi, sisa satu target menjadi pekerjaan rumah terbesar Golkar Makassar. Kursi Ketua DPRD hanya bisa diraih jika partai mengantongi kursi terbanyak di parlemen kota. Karena itu, pemetaan suara dan penyiapan caleg sejak dini disebut sebagai kunci untuk mewujudkannya pada 2029.
Golkar sendiri memiliki sejarah panjang dan pengaruh kuat di Makassar, sehingga modal elektoral itu dinilai cukup untuk mengejar target tersebut. Namun Munafri mengingatkan, modal sejarah tidak otomatis berbuah suara jika kader tidak turun bekerja. Investasi sosial di tengah masyarakat menjadi strategi yang ia tekankan kepada seluruh tingkatan kader. (*)

Tinggalkan Balasan