Keputusan Partai NasDem untuk memecat HM Siddiq BM Ikhlas dari kursi DPRD Luwu Timur memicu gelombang kekecewaan di kalangan konstituennya. Jauh dari sekadar kehilangan wakil rakyat, mereka merasa suara yang telah diberikan di bilik suara ikut terbuang sia-sia. Bagi para pendukung setianya, figur Aji Siddiq—sapaan akrabnya—jauh lebih penting daripada atribut partai yang menaunginya.
Perbincangan hangat terjadi di sebuah warung kopi pada Selasa (08/07/25), di mana sekelompok pemilih mengungkapkan kemarahan mereka. Menurut mereka, NasDem tidak punya hak untuk memberhentikan seseorang yang telah berjasa besar memenangkan hati masyarakat. Mereka menegaskan bahwa pilihan mereka jatuh pada pribadi Aji Siddiq, bukan pada logo atau lambang partai yang tercetak di kertas suara. Salah seorang di antaranya bahkan menyindir bahwa popularitas NasDem di daerah itu tidak lepas dari kerja keras Aji Siddiq.
Pernyataan tersebut sontak mengundang reaksi dari pengunjung lain yang sedang berada di lokasi. Seorang pria berbaju kaus putih yang ikut dalam diskusi menimpali dengan logika sederhana: meskipun di kertas suara terdapat gambar partai, pada dasarnya masyarakat memilih siapa calon yang akan mewakili mereka. Baginya, pertanyaan tentang memilih partai atau memilih orang bukanlah hal yang rumit—jawabannya sudah jelas.
Harapan besar disematkan para pendukung agar Aji Siddiq tidak tinggal diam. Mereka mendorong politisi senior itu untuk melakukan segala macam upaya demi mempertahankan kursinya di lembaga legislatif. Masyarakat telah memberikan amanah kepadanya untuk menjadi penyalur aspirasi dari rakyat kepada pemerintah daerah. Jika semua jalan sudah ditempuh namun hasilnya tetap, mereka menilai itu sudah merupakan bentuk perjuangan maksimal. Justru di situlah ujian sebenarnya tentang bagaimana keadilan ditegakkan akan terlihat.
Sikap berbeda ditunjukkan oleh HM Siddiq BM sendiri. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, ia memperlihatkan foto surat keputusan pemberhentian dirinya sebagai kader partai. Dalam keterangan foto tersebut, ia menuliskan pesan bijak bahwa jabatan hanyalah sebuah titipan amanah. Jika yang memberi amanah meminta kembali apa yang pernah diberikan, maka sudah sepantasnya untuk belajar ikhlas. Ia juga meyakini ada hikmah tersembunyi yang Allah titipkan di balik peristiwa ini.
Unggahan tersebut banjir komentar dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, yang menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi Aji Siddiq selama ini. Ia mendoakan agar pengabdian tersebut menjadi amal jariyah dan ladang pahala yang tak pernah putus.
Komentar bernada syok dilontarkan oleh pemilik akun @Irda Alfatah. Ia mengaku tidak menyangka NasDem mengambil keputusan sekeras itu. Baginya, dunia politik memang kejam, terlebih ketika mengingat bahwa NasDem bisa sebesar sekarang di Luwu Timur adalah berkat perjuangan Aji Siddiq. Ia mengakhiri komentarnya dengan kalimat istighfar dan harapan agar ada hikmah di balik semua ini.
Tak jauh berbeda, akun @Vikram Sanwikarta juga menuliskan kekecewaannya. Ia menilai politik itu kejam karena suara rakyat yang seharusnya diperjuangkan dan didengarkan justru diabaikan. Komentar-komentar ini hanyalah sebagian kecil dari banyaknya respons yang membanjiri laman Facebook Aji Siddiq.
Menariknya, kabar tentang pemberhentian ini justru menjadi peluang bagi partai lain yang siap menampung HM Siddiq BM. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi apa pun. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan panggilan telepon yang dilakukan pada hari Selasa (08/07/25) pun belum mendapat jawaban.

Tinggalkan Balasan