Polres Luwu Timur kini tengah mendalami serangkaian insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa dalam kurun waktu dua hari terakhir menjelang pergantian tahun. Data yang terhimpun mencatat setidaknya tiga orang meninggal dunia dalam tiga peristiwa terpisah, dan seorang pengemudi bus telah ditetapkan sebagai pihak yang diperiksa intensif. Yang terbaru, seorang guru TK kehilangan nyawanya setelah sempat menjalani perawatan intensif, sementara rekan kerjanya masih terbaring di puskesmas.

Kronologi pertama terjadi pada Senin, 29 Desember 2025, saat fajar mulai menyingsing. Sekitar pukul 05.30 Wita, sebuah bus milik PO Bintang Timur yang mengangkut 18 penumpang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Laskap, Kecamatan Malili. Sang kondektur, pria berinisial MAR yang usianya disebutkan 28 tahun, awalnya masih sadar dan sempat dilarikan ke Puskesmas Malili. Namun, kondisi kesehatannya menurun drastis dan ia menghembuskan napas terakhir beberapa jam setelah menjalani perawatan medis. Luka yang dideritanya cukup parah, termasuk bengkak di belakang kepala, robek pada bibir bawah, tangan kanan, dan dada kiri.

Hanya berselang sekitar tujuh jam, kecelakaan kedua kembali menghebohkan wilayah Malili. Informasi yang diterima menyebutkan, pada pukul 12.30 Wita, terjadi insiden di Jalan Provinsi, Desa Atue, yang merupakan area pembangunan proyek jalan lingkar. Dua orang perempuan yang mengendarai sepeda motor menjadi korban dalam kejadian ini. Nahas bagi seorang guru TK Riadussalam asal Desa Cendana, Kecamatan Wotu, bernama Jubaedah. Ia meninggal dunia setelah tubuhnya tergilas oleh mobil. Sementara rekannya, Mislawati (34), seorang guru TK Cendana Hijau Wotu, mengalami luka-luka. Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Malili, namun kondisi Jubaedah mengharuskan dirinya dirujuk ke RSUD I Lagaligo Wotu. Sayang, nyawa guru tersebut tidak tertolong.

Sebelum dua insiden tragis itu, pada Minggu, 28 Desember 2025, kecelakaan maut juga telah terjadi di kawasan Anjungan Sungai, Kelurahan Malili. Seorang anak yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, satu orang lainnya yang turut menjadi korban tabrakan harus menerima luka berat.

Kasat Lantas Polres Luwu Timur, Iptu Agusnawan, memberikan keterangan resmi terkait kecelakaan tunggal yang melibatkan bus Bintang Timur tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan sementara, pengemudi bus berinisial AR diduga kuat hendak mendahului kendaraan lain di depannya. Saat mengambil lajur kanan, pengemudi disebut tidak mampu mengendalikan laju kendaraan. Akibatnya, bus oleng dan menyerempet pohon di tepi jalan hingga akhirnya mengalami kecelakaan tunggal. AR kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Laka Lantas untuk kepentingan penyelidikan.

Dari insiden bus tersebut, selain kondektur yang meninggal, satu orang penumpang lainnya mengalami nyeri pada bagian pinggang. Penumpang tersebut masih dirawat di Puskesmas Malili dalam kondisi sadar. Beruntung, 18 penumpang lainnya yang ikut dalam bus tidak mengalami luka sedikit pun dan telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah proses evakuasi selesai.

Menanggapi rentetan peristiwa ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Iptu Agusnawan menekankan agar para pengendara senantiasa mematuhi aturan lalu lintas dan benar-benar mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan, terutama di momen akhir tahun yang rawan kecelakaan.