Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Luwu Timur, Hardiansyah, buka suara terkait hasil kurang memuaskan yang diraih oleh pembalapnya di ajang Pra Porprov Sulsel 2025. Alih-alih mampu menembus posisi puncak, sang pembalap justru harus puas mengakhiri balapan di peringkat ke-15. Namun, di balik hasil tersebut, terselip sebuah insiden yang menurutnya menjadi penyebab utama merosotnya performa pembalap tersebut.

Insiden tersebut terjadi saat balapan tengah berlangsung seru. Muh Syaki Syaiful, pembalap andalan Luwu Timur, sebenarnya sudah tampil gemilang dengan menempati posisi keempat. Akan tetapi, di putaran kelima, musibah datang. Ban depan motornya tiba-tiba meletus. Peristiwa itu membuat sang pembalap terjatuh dan kehilangan banyak posisi di lintasan Sirkuit Atakkae, Sengkang, Kabupaten Wajo.

Hardiansyah menjelaskan, setelah kejadian tersebut, Muh Syaki Syaiful tetap bertekad menyelesaikan lomba. Meskipun kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk meraih hasil maksimal, keputusan untuk tetap finis diambil demi mengamankan poin. Ajang yang digelar pada Sabtu, 6 September 2025 itu memang menjadi krusial karena menentukan kelolosan ke Porprov Sulsel 2025.

Lebih lanjut, ketua IMI Lutim itu memastikan bahwa capaian di posisi 15 untuk kelas perorangan tidak menggagalkan langkah timnya. Sebab, dalam regulasi kali ini, seluruh kabupaten/kota tetap dinyatakan lolos untuk kelas tersebut. Perhatian kini tengah tertuju pada hasil resmi dari kelas beregu yang juga telah dipertandingkan di hari yang sama, di mana salah satu pembalap Luwu Timur berhasil finis di urutan keenam.

Dengan demikian, target utama untuk tampil di ajang Porprov Sulsel 2025 dipastikan tetap aman. Evaluasi mendalam pun akan dilakukan, terutama terkait kesiapan motor jelang balapan agar insiden serupa tidak kembali terulang di kompetisi mendatang.