KolomData.id – Makassar – Gelombang unjuk rasa di Kota Makassar memuncak pada Jumat sore hingga Sabtu dini hari. Setelah massa membakar kantor DPRD Kota Makassar, gedung DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo menjadi sasaran berikutnya dan ikut terbakar. Aksi yang berlangsung sejak Jumat sore (29/08/25) itu baru mereda sekitar pukul 01.15 Wita, ketika api sudah melalap dua kantor lembaga perwakilan rakyat di kota tersebut.

Pemicu rangkaian aksi ini adalah kematian Affan, pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online. Affan dinyatakan meninggal dunia karena dilindas Barakuda milik Brimob pada Kamis malam (27/08/25). Kabar kematiannya di Jakarta itu langsung memantik reaksi di Makassar, kota asal maupun tempat aktivitas korban, dan dalam waktu singkat massa berkumpul di jalanan.

Suasana demonstrasi di Makassar berlangsung sangat mencekam. Puluhan ribu massa turun ke jalan, jumlah yang membuat ruas-ruas utama kota tidak lagi bisa dilewati. Massa memulai aksi dengan membalas pos polisi di Jalan Ap Pettarani. Dari titik itu, mereka bergerak menuju kantor DPRD Kota Makassar dan membakar bangunan tersebut.

Pembakaran kantor DPRD Kota Makassar menelan banyak korban. Tidak semua korban hanya mengalami luka-luka; sejumlah orang meninggal dunia. Mereka yang tewas terjebak di dalam Gedung DPRD Kota Makassar saat api membesar. Sebagian korban terpaksa melompat dari atas gedung, dari lantai tiga dan lantai empat, dalam upaya menyelamatkan diri.

Setelah kantor DPRD Kota Makassar hangus, massa mengalihkan sasaran ke Gedung DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo. Bangunan itu pun terbakar. Dua kantor perwakilan rakyat di Makassar menjadi sasaran dalam rentang waktu kurang dari satu hari, menandai eskalasi aksi yang bergerak dari satu titik ke titik lain.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti korban maupun total kerugian akibat pembakaran dua gedung tersebut. Pihak yang disebut dalam peristiwa ini, yakni Brimob sebagai pemilik kendaraan Barakuda yang menabrak korban, belum memberikan penjelasan tambahan. Begitu pula DPRD Kota Makassar dan DPRD Sulsel, yang gedungnya menjadi sasaran massa.

Peristiwa di Makassar menjadi bagian dari rangkaian panjang aksi demonstrasi yang menuntut keadilan atas kematian Affan. Aksi bermula dari kematian seorang pengemudi ojek online, kemudian berkembang menjadi kerusuhan yang menghanguskan kantor DPRD Kota Makassar dan Gedung DPRD Sulsel dalam satu malam yang sama.