Kabar duka datang dari keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia. Komisaris Jenderal (Purn.) Jusuf Manggabarani, yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Polri, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Wahidin Makassar pada Selasa, 20 Mei 2025. Kepergian pria yang juga merupakan mertua dari Erwin Aksa ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan sejawatnya di institusi kepolisian.

Di balik sosoknya yang selama ini dikenal tegas dan pemberani, tersimpan sisi lain yang jarang diketahui publik. Pria kelahiran Gowa, Sulawesi Selatan, 11 Februari 1953 ini ternyata memiliki kegemaran memasak. Hobinya tersebut bahkan mendorongnya untuk merintis usaha kuliner setelah dirinya resmi melepas seragam dinasnya pada tahun 2011. Sebuah restoran bernama Puang Oca didirikannya di Jakarta, dan operasional bisnis ini dimulai sejak Desember 2011.

Banyak pihak hanya mengenal Jusuf Manggabarani sebagai perwira tinggi yang disegani. Ketegasannya dalam mengambil keputusan serta sikapnya yang berani membuat namanya harum, khususnya di mata masyarakat Sulawesi Selatan. Bahkan, terdapat anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa dirinya kebal terhadap senjata, sebuah reputasi yang menambah kharismanya sebagai seorang petinggi Polri. Semasa aktif berdinas, ia juga dikenal sangat dicintai oleh anak buahnya karena kepribadiannya yang tegas namun tetap dekat dengan bawahan.

Bagi Jusuf, membangun usaha restoran bukan sekadar mencari keuntungan semata. Bisnis kuliner tersebut merupakan perwujudan dari hobi lamanya yang memang gemar memasak. Keahliannya paling menonjol adalah dalam mengolah hidangan berbahan dasar kepiting. Selain itu, ia juga menguasai berbagai resep masakan ala Barat. Fakta tentang hobi memasak ini jarang terungkap ke permukaan, karena lebih sering tersorot adalah kiprahnya di dunia kepolisian.

Jusuf Manggabarani semasa dinasnya pernah menduduki posisi penting sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri. Kariernya terus menanjak hingga akhirnya dipercaya mendampingi Kapolri Jenderal Timur Pradopo sebagai Wakil Kepala Kepolisian RI. Karier cemerlangnya di institusi Bhayangkara berakhir ketika ia resmi pensiun sebagai perwira tinggi (Pati) Polri pada tahun 2011.

Kehidupan pribadi almarhum dijalani bersama sang istri, AKBP (Purn.) Sumiyati A.M., yang juga merupakan mantan personel Polri. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak. Keduanya adalah AKBP Edy Sabhara Manggabarani, S.H., S.I.K., M.H. yang kini menjabat sebagai Kapolres Pinrang, serta Ashraf Manggabarani.

Pendidikan formal di bidang kepolisian ditempuhnya dengan baik. Pria yang merupakan lulusan Akabri tahun 1975 ini memiliki segudang pengalaman pendidikan, di antaranya Jurpa Brimob pada tahun 1975, kemudian PTIK pada tahun 1984, dilanjutkan dengan Sespim pada tahun 1987, dan terakhir Sespati pada tahun 1999.