Perhelatan Pra Porprov Sulsel 2025 telah menuntaskan babak final kelas perorangan. Kabupaten Luwu Timur, yang mengandalkan dua pebalap sewaan, harus menerima kenyataan pahit karena gagal menembus jajaran sepuluh besar. Di Sirkuit Atakkae Sengkang, Kabupaten Wajo, tepatnya pada Sabtu (06/09/2025), hasil akhir menempatkan wakil mereka di urutan ke-15. Dengan kata lain, hanya satu rival yang berhasil dilewati dalam laga penentuan tersebut.
Gelar juara pertama jatuh ke tangan Afhil Azhraf, yang membela Kabupaten Luwu Utara. Posisi kedua diamankan oleh pembalap asal Kabupaten Pinrang, Muh Nur Rafli. Sementara itu, tangga ketiga menjadi milik Muh Lutfi Athaillah Bulqiah dari Kabupaten Pare-Pare. Meski demikian, perjuangan bagi kubu Bumi Batara Guru belum sepenuhnya usai. Masih ada satu kesempatan tersisa untuk memperbaiki citra, yakni melalui kelas beregu yang akan dipertandingkan kemudian. Harapan besar pun ditumpukan kepada Muh Syaki Syaiful dan rekannya, Muh Al Farel, dua pebalap yang sama-sama berasal dari Kota Palopo. Keduanya dituntut tampil solid dan jauh lebih agresif di lintasan demi mengamankan posisi podium.
Keputusan IMI Kabupaten Luwu Timur untuk tidak melibatkan putra daerah dalam ajang ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan penggemar otomotif setempat. Alih-alih memberi kesempatan pada talenta lokal, pengurus justru mendatangkan jasa pembalap dari luar wilayah. Padahal, bagi para pecinta balap di Luwu Timur, gelaran Pra Porprov seharusnya dimanfaatkan sebagai wadah pembinaan atlet muda. Ajang ini juga dinilai krusial karena mengemban nama baik daerah di kancah provinsi.
Potensi besar sebenarnya sudah dimiliki oleh banyak pembalap asli Luwu Timur yang kerap mengharumkan nama daerah. M Badly menjadi bukti nyata dengan kemampuannya tampil di sirkuit Asia. Masih ada pula nama-nama lain yang tak kalah berbakat, seperti Zaki dari Kecamatan Wotu dan Aldy Uramako dari tim KBR Wasuponda, yang secara konsisten meraih juara dua umum di berbagai kompetisi bergengsi. Melihat deretan talenta tersebut, publik menilai langkah IMI Lutim sangat disayangkan. Ke depan, masyarakat berharap pengurus dapat berbenah total, mulai dari proses seleksi yang transparan hingga komitmen nyata untuk memberdayakan pebalap lokal agar prestasi daerah terus berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan