Berdasarkan perhitungan ulang yang dilakukan oleh panitia, skuat kebanggaan Luwu Timur akhirnya dipastikan mengamankan tiket menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan tahun 2026 yang rencananya digelar di Kabupaten Wajo dan Bone. Kepastian ini didapat setelah melalui proses penilaian yang cukup alot dan ketat melawan dua kabupaten lainnya.

Keberuntungan berpihak pada pembalap bayaran asal Luwu Timur setelah sistem kuota yang diterapkan panitia memberikan kelonggaran. Awalnya, alokasi kursi untuk kelas beregu hanya diperuntukkan bagi 15 tim terbaik plus satu jatah khusus atau wild card bagi tuan rumah. Namun, karena Kabupaten Wajo selaku tuan rumah ternyata juga berhasil menembus posisi 15 besar pada klasemen akhir, otomatis terdapat kekosongan kursi yang harus diisi oleh tim peringkat berikutnya.

Panitia kemudian melakukan penghitungan ulang dengan memeringkatkan kabupaten/kota yang berada di posisi keenam pada masing-masing grup. Dalam perhitungan tersebut, posisi ke-16 menjadi rebutan antara Luwu Timur, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Bantaeng. Setelah melalui kalkulasi poin yang cermat, Luwu Timur keluar sebagai pemenang dan berhak melaju ke babak utama Porprov Sulsel 2026.

Sebelum pengumuman resmi ini, para pembalap Luwu Timur juga telah dinyatakan lolos di kategori perorangan pada ajang Pra Porprov. Meskipun mereka gagal mencapai garis finis saat babak final berlangsung, pihak penyelenggara tetap mengesahkan 16 atlet yang sudah masuk babak final sebagai peserta yang berhak lolos ke Porprov, sehingga jalan bagi wakil Luwu Timur di nomor perorangan pun terbuka lebar.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Luwu Timur, Hardiansyah, mengaku pihaknya belum menerima surat pengumuman tertulis secara resmi. Kendati demikian, dia memancarkan keyakinan besar bahwa kedua wakilnya—baik di kelas perorangan maupun beregu—akan tampil di Porprov 2026. Dia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas informasi yang beredar serta menegaskan bahwa persiapan menuju ajang bergengsi tersebut akan segera dimatangkan.

Optimisme tersebut diutarakan Hardiansyah melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin, 8 September 2025. Ia menanggapi kabar kelolosan tersebut dengan nada gembira, menganggap sistem kuota 15+1 memang sudah seharusnya berlaku dan menguntungkan daerahnya. Lebih lanjut, ia berkomitmen untuk segera mempersiapkan tim sebaik mungkin demi menghadapi kompetisi yang sesungguhnya.

Meskipun tiket Porprov sudah di tangan, IMI Luwu Timur tidak bisa berpuas diri. Hasil evaluasi dari ajang Pra Porprov yang berlangsung di Sirkuit Atakkae, Wajo, pada 5-6 September 2025 lalu menunjukkan bahwa performa tim masih jauh dari kata memuaskan. Kegagalan finis di nomor perorangan dan posisi yang hanya bertengger di urutan keenam dari enam kabupaten di kelas beregu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan.

Catatan buruk tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi tim. Kerja keras ekstra menjadi tuntutan utama ke depan. Kekompakan tim harus dibangun kembali dan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan pembalap yang didatangkan dengan bayaran mahal. Sektor teknis pun menjadi sorotan; performa serta kualitas kendaraan atau motor harus ditingkatkan secara signifikan agar mampu bersaing dengan lawan-lawannya di Porprov mendatang.

Menanggapi kebutuhan peningkatan performa tersebut, Hardiansyah menambahkan bahwa dirinya berencana untuk merakit motor baru yang akan digunakan pada ajang Porprov 2026. Langkah ini diambil sebagai wujud keseriusan untuk memperbaiki hasil buruk sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa persiapan motor anyar tersebut akan dimulainya secepat mungkin untuk menyambut kompetisi tahun depan.