Proyek peternakan terpadu untuk sapi perah dan sapi potong di Kabupaten Luwu Timur dipastikan bakal merealisasikan kapasitas penampungan hingga 2.000 ekor. Kawasan yang menjadi sasaran pembangunan tersebut berada di Kecamatan Wasuponda, dan proses konstruksinya ditargetkan bergulir pada tahun ini juga.

Menurut Amrullah Rasyid, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, total dana yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai sekitar Rp 7 triliun. Angka tersebut hampir setara dengan investasi pembangunan pabrik beras modern. Ia menambahkan bahwa dua desa, yakni Desa Ledu-Ledu dan Desa Parumpanai, telah disiapkan sebagai lokasi, namun sebagian dari lahan tersebut masih berstatus Hak Guna Usaha (HGU) dan tengah dalam proses pengurusan.

Lahan seluas 50 hektare dibutuhkan untuk mendukung operasional kandang serta area hijauan pakan ternak. Hal ini diungkapkan oleh Muchtar, Kepala Bidang Perkebunan pada dinas yang sama. Ia menjelaskan bahwa dari dua desa kandidat tersebut, satu akan dipilih sebagai lokasi final. Muchtar menegaskan bahwa kedua opsi tersebut sudah memenuhi berbagai persyaratan teknis, seperti ketersediaan sumber air, jaringan listrik, akses transportasi, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Muchtar menuturkan bahwa penentuan lokasi definitif masih menunggu persetujuan lebih lanjut. Selain itu, kesiapan dari pihak investor, yaitu PT Grand Integra Teknologi (GIT), juga menjadi faktor penentu. Ia mengaku belum dapat merinci nominal investasi yang akan ditanamkan, karena fokus utama saat ini adalah memastikan dan mematangkan pilihan lahan yang akan digunakan.

Amrullah berharap agar seluruh rangkaian pembangunan fasilitas peternakan ini dapat berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Ia optimistis konstruksi dapat dimulai pada tahun ini, sehingga pada tahun berikutnya masyarakat setempat sudah mulai dapat menikmati manfaat ekonomi dari operasional industri sapi perah dan sapi potong tersebut.