Kolomdata.id — Luwu Timur – PT Vale Indonesia Tbk melanjutkan pendampingan bagi petani di wilayah operasionalnya di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan lokal. Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan menyasar empat kecamatan, yakni Malili, Nuha, Wasuponda, dan Towuti, yang berada di lingkar tambang nikel di kawasan Sorowako.

Salah satu pilar program itu adalah Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) yang dicanangkan sejak 2015 dengan pendekatan System of Rice Intensification (SRI) Organik. Petani binaan dilatih menyiapkan pupuk kompos dari bahan alami, seperti potongan rumput dan daun kering, sekaligus meninggalkan pupuk serta pestisida kimia. Praktik itu mulai dijalankan warga Wasuponda sejak 2016 dan kemudian menyebar ke kelompok tani lain di kecamatan sekitar. Selain padi, pendampingan menyentuh peternakan ayam kampung dan pengembangan kebun organik di sejumlah desa.

Perubahan pola tanam itu berimbas pada hasil panen. Alfrida Podandi, ketua Kelompok Karunsie Urako Lestari di Wasuponda, menuturkan produksi padi organik jauh lebih tinggi dibandingkan cara konvensional. Sejumlah petani yang sebelumnya memperoleh 3 hingga 4 ton gabah per hektare kini bisa menembus 6 sampai 7 ton per hektare. Biaya produksi juga ditekan karena petani tidak lagi membeli pupuk dan pestisida kimia, sementara tanah tetap subur sehingga musuh alami hama seperti kodok dapat hidup kembali.

Pendampingan tidak berhenti di halaman sawah. PT Vale turut membantu pemasaran hasil panen, antara lain melalui koperasi karyawan dan penyerapan produk petani binaan. Pola serupa diterapkan pada sektor UMKM, dengan 127 usaha tercatat sebagai binaan perusahaan dan 49 usaha lain sedang dibidik menyusul. Kanal pemasaran terbaru adalah Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, yang diresmikan pada awal Oktober 2026 dan beroperasi Senin sampai Sabtu pukul 09.00-17.00 Wita.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale, Yusri Yunus, menilai pembinaan usaha tidak cukup berhenti pada peningkatan kapasitas produksi. Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan ekosistem pendukung, mulai dari kemampuan mengelola usaha, pemenuhan legalitas, hingga akses terhadap pasar, agar produk lokal dapat menjangkau konsumen dan tumbuh secara berkelanjutan.

Kinerja program pemberdayaan itu mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada akhir September 2026, PT Vale meraih satu Platinum Award dan dua Gold Awards pada Indonesian CSR Awards (ICA) serta Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026. Penghargaan Platinum diraih melalui program pengembangan peternakan ayam kampung terpadu “Woliko” di Luwu Timur. Perusahaan juga menjalankan kelas konservasi bagi generasi muda di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Wasuponda, yang diluncurkan pada Juli 2026.

Bagi perusahaan yang merupakan bagian dari MIND ID itu, penguatan sektor pertanian di sekitar tambang sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional dan program pembangunan dari desa. Petani berharap pendampingan, penyerapan hasil panen, dan perluasan akses pemasaran terus berlanjut sehingga produksi pangan lokal makin berdaya saing.

Sumber: Harian Fajar