Luwu Timur, Kolomdata.id – Desakan agar pembangunan Kawasan Industri di wilayah itu segera terealisasi kembali mengemuka dalam forum Musyawarah Forkopimda. Kalangan KNPI setempat menilai langkah tersebut menjadi salah satu kunci untuk menekan angka pengangguran dan memberikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda di daerah tersebut.
Kehadiran kawasan industri tersebut dinilai akan menjadi jawaban atas sulitnya lapangan kerja yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Harapan itu disampaikan langsung oleh tokoh muda, Ibriansyah Irawan, yang juga akrab disapa Rian, dalam kesempatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya meminta agar janji politik terkait kawasan ini segera dituntaskan oleh Bupati, karena dampaknya akan sangat signifikan bagi penyerapan tenaga kerja lokal.
Forum yang digagas oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ini berlangsung pada Senin, 1 September 2025. Rapat yang mengusung tema “Mengantisipasi Situasi dan Kondisi Keamanan dan Ketertiban Saat Ini di Berbagai Daerah” ini dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Kehadiran Bupati dalam forum ini menjadi momen yang pas bagi organisasi kepemudaan untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung.
Berlangsung di lingkungan Sekretariat Daerah, rapat tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan daerah lainnya, seperti Ketua DPRD Luwu Timur, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Perwira Penghubung, Kepala Pengadilan Negeri, hingga Kepala Pengadilan Agama. Tidak ketinggalan, perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat, organisasi perempuan, para kepala desa, dan lurah di seluruh Kabupaten Luwu Timur juga turut hadir dalam agenda penting tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memberikan penjelasan bahwa forum ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Instruksi Presiden. Menurutnya, adalah sebuah kewajiban bagi pemerintah di semua jenjang untuk senantiasa terbuka mendengarkan suara rakyat dan menerima masukan yang bersifat membangun. Irwan mengungkapkan, arahan dari pusat tersebut menekankan pada pentingnya mendengarkan harapan serta kritik dari masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Luwu Timur, AKBP Ario Putra Mangandi, dalam kesempatan yang sama memaparkan peran institusinya yang saat ini fokus pada upaya pengamanan. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga situasi tetap kondusif sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi dalam menyampaikan aspirasinya. Polri, lanjutnya, senantiasa siaga dalam merespon setiap perkembangan situasi di lapangan.
AKBP Ario juga memberikan keterangan tambahan mengenai proses investigasi kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Ia memastikan bahwa proses pemeriksaan terhadap kasus tersebut telah dilakukan secara transparan dan profesional oleh pihak kepolisian.
Di sisi lain, Rian, sapaan akrab Ibriansyah, juga menyoroti akar masalah dari kegaduhan politik dan sosial yang terjadi belakangan ini. Ia berpendapat bahwa salah satu pemicu utamanya adalah kegagalan komunikasi politik yang sehat serta adanya respons yang tidak etis dari sejumlah pejabat ketika menerima kritik dari publik. Hal ini, menurutnya, menjadi catatan penting bagi para pemangku kebijakan.
Lebih jauh, Rian menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang semakin tertekan. Di tengah minimnya kesempatan kerja, warga justru dibebani oleh kebijakan kenaikan pajak. Ia juga menyoroti besarnya nominal tunjangan dan gaji anggota DPR yang dinilai menjadi beban tambahan bagi keuangan negara yang berasal dari uang rakyat.
Para pemuda Luwu Timur melalui DPD KNPI menjadikan forum ini sebagai wadah untuk menyuarakan kegelisahan mereka. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memperbaiki pola komunikasi dengan masyarakat dan lebih peka terhadap penderitaan ekonomi yang sedang dirasakan oleh rakyat. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengingatkan pemerintah tentang janji-janji yang belum ditepati.
Secara keseluruhan, pertemuan ini tidak hanya berkutat pada isu keamanan dan ketertiban semata. Forum ini juga berhasil menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait dengan kebutuhan mendasar warga akan lapangan pekerjaan. Lewat sinergi antara eksekutif, legislatif, aparat keamanan, tokoh pemuda, dan elemen masyarakat lainnya, diharapkan stabilitas wilayah dapat terjaga dan program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat dapat berjalan lebih cepat.

Tinggalkan Balasan