Peristiwa rusuh yang berujung pada pembakaran gedung wakil rakyat di Makassar ternyata menyisakan duka yang sangat dalam. Seorang perempuan yang diduga merupakan pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD setempat menjadi korban jiwa terbaru dalam tragedi tersebut, ditemukan dalam kondisi hangus setelah tim pemadam berhasil menjinakkan si jago merah yang melahap gedung tersebut.
Jasad korban dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran pada Sabtu dini hari, tepatnya pukul 01.45 WITA ketika sebagian besar warga masih terlelap. Suasana di Jalan AP Pettarani saat itu masih jauh dari kata tenang, arus lalu lintas tetap ramai dan mencekam. Seorang saksi mata laki-laki yang suaranya bergetar sempat menyaksikan proses pengangkatan jenazah. Ketika ia bertanya kepada petugas mengenai siapa korban yang sedang diangkat ke mobil jenazah, jawaban singkat yang keluar adalah “perempuan”.
Sampai berita ini diturunkan, pihak berwajib masih belum bisa memastikan identitas lengkap korban. Namun berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, kuat dugaan bahwa almarhumah berstatus sebagai staf di kantor dewan tersebut. Peristiwa naas ini terjadi hanya beberapa saat setelah pergantian hari, menambah panjang daftar korban yang berjatuhan pada aksi unjuk rasa yang berlangsung ricuh tersebut.
Aksi demonstrasi yang dipicu oleh berbagai tuntutan ini nyatanya membuat roda aktivitas di kota Makassar lumpuh total. Kekacauan terjadi di mana-mana, memicu kepanikan yang luar biasa di kalangan pegawai pemerintahan. Sebelumnya, kabar duka juga datang dari seorang anggota Satpol PP yang meregang nyawa karena nekat melompat dari lantai empat gedung yang sama. Keputusan bunuh diri tersebut diambil karena api sudah membesar dan tak ada celah untuk menyelamatkan diri.
Lompatan dari ketinggian itu tidak hanya merenggut satu nyawa. Banyak pegawai lain yang nekat mengikuti jejak tersebut mengalami cedera serius, mulai dari patah tulang hingga membutuhkan perawatan intensif. Rumah sakit-rumah sakit di sekitar lokasi kejadian pun kebanjiran pasien. Ruang IGD dipenuhi oleh para korban luka bakar dan patah tulang. Jumlah korban jiwa yang tercatat pun terus bertambah seiring dengan proses evakuasi dan pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan.

Tinggalkan Balasan