KolomData.id – Makassar – Seorang perempuan ditemukan tewas terpanggang di dalam Kantor DPRD Kota Makassar setelah aksi demonstrasi berujung pembakaran gedung tersebut. Jenazah korban ditemukan oleh petugas pemadam kebakaran sesaat setelah api yang membakar kantor DPRD Kota Makassar berhasil dipadamkan. Korban ditemukan di dalam kantor yang menjadi sasaran massa pengunjuk rasa.
Proses evakuasi jenazah berlangsung di tengah suasana malam yang masih mencekam. Seorang laki-laki dengan suara bergetar meminta petugas membuka penutup jenazah, “Siapa itu. Buka,” katanya, Sabtu, (30/08/25). Seorang petugas pemadam kebakaran yang ikut mengangkat jenazah ke dalam mobil jenazah menjawab singkat, “Perempuan.” Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban belum diketahui. Namun informasi yang dihimpun, perempuan itu merupakan seorang staf di Kantor DPRD Kota Makassar.
Peristiwa ini terjadi setelah pergantian hari, tepatnya pukul 01.45 WITA. Jalan A.P. Pettarani masih sangat ramai saat itu. Aksi demonstrasi membuat Kota Makassar lumpuh total dan kacau balau. Situasi tersebut memperlihatkan betapa besarnya dampak dari aksi yang berlangsung di kawasan tersebut.
Korban tewas tidak hanya perempuan yang ditemukan terpanggang di dalam kantor. Seorang petugas Satpol PP juga ditemukan meninggal dunia setelah terpaksa melompat dari lantai empat Kantor DPRD Kota Makassar. Lompatan itu dilakukan karena api sudah membesar dan tidak ada pilihan lain selain melompat. Banyak orang kemudian mengikuti jejak petugas tersebut.
Akibatnya, banyak korban yang melompat mengalami luka parah. Mereka mengalami patah tulang dan harus menjalani perawatan medis. Rumah sakit pun menjadi sesak karena banyaknya korban luka yang datang. Jumlah korban meninggal juga tidak sedikit. Data mengenai jumlah pasti korban belum disebutkan secara rinci.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai langkah lanjutan dari pihak berwenang terkait penanganan korban maupun penyelidikan penyebab kebakaran. Identitas korban perempuan yang ditemukan terpanggang juga masih dalam penelusuran. Informasi yang dihimpun hanya menyebutkan bahwa korban merupakan staf di kantor DPRD Kota Makassar.
Aksi demonstrasi yang berujung pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar menjadi peristiwa yang menelan banyak korban jiwa. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban yang meninggal, tetapi juga oleh mereka yang mengalami luka berat dan harus dirawat di rumah sakit. Kota Makassar sempat lumpuh total akibat aksi tersebut, dan situasi di Jalan A.P. Pettarani masih ramai hingga dini hari. (*)

Tinggalkan Balasan