Sepanjang tahun 2025, puluhan personel kepolisian di wilayah Sulawesi Selatan resmi kehilangan statusnya sebagai anggota Polri. Langkah tegas tersebut diambil sebagai bentuk komitmen institusi dalam menegakkan aturan internal. Kepala Kepolisian Daerah Sulsel, Inspektur Jenderal Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkapkan bahwa angka ini justru meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Pada tahun 2024, jumlah anggota yang dijatuhi sanksi serupa hanya mencapai 16 orang, sehingga terjadi penambahan sebanyak 4 personel atau setara dengan kenaikan 25 persen.
Menariknya, di tengah meningkatnya jumlah pemecatan, laporan terkait pelanggaran disiplin menunjukkan tren sebaliknya. Data yang dihimpun kepolisian mencatat adanya penurunan signifikan sebesar 50,81 persen untuk kategori ini. Pada 2024, tercatat 124 kasus pelanggaran disiplin, sementara di tahun 2025 angka tersebut menyusut drastis menjadi hanya 63 kasus. Hal serupa juga terjadi pada pelanggaran kode etik profesi, di mana terjadi penurunan dari 140 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 82 kasus di tahun ini, atau berkurang sekitar 58,57 persen.
Meski demikian, jumlah personel yang dijatuhi hukuman justru melonjak tajam. Dari 124 anggota pada tahun 2024, kini tercatat 217 personel yang menerima sanksi pada tahun 2025, menandakan adanya kenaikan hingga 42,85 persen. Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap anggota yang terbukti bersalah. Ia menyampaikan bahwa pada prinsipnya upaya penindakan internal terus dilaksanakan secara konsisten, dan setiap pelanggaran akan ditindaklanjuti tanpa pandang bulu.
Langkah penegakan hukum internal ini bukan satu-satunya fokus Polda Sulsel. di sisi lain, institusi juga memberikan penghargaan kepada sejumlah personel yang dinilai berprestasi di berbagai bidang kinerja operasional. Kategori apresiasi tersebut meliputi penghargaan atas inovasi kreatif yang diberikan kepada tiga personel, pengungkapan kasus yang melibatkan 57 personel, penyelamatan keuangan negara yang diatribusikan kepada sembilan personel, serta pencapaian di bidang olahraga yang diraih oleh 46 personel. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kapolda dalam keterangannya.
Kapolda Sulsel berharap pengawasan dan penindakan yang lebih ketat tersebut mampu memberikan efek jangka panjang bagi pembentukan karakter profesional setiap anggota Polri. Ia juga mengutarakan harapannya agar institusi kepolisian semakin baik ke depannya, sementara anggota yang memiliki kecenderungan bermasalah bisa mendapatkan efek jera dari sanksi yang telah dijatuhkan. Dengan adanya kombinasi antara tindakan represif dan apresiatif ini, diharapkan kualitas integritas personel dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan