Kebijakan pelayanan kesehatan gratis melalui Kartu Lutim Sehat ternyata tidak berjalan sesuai janji awal. Berdasarkan penuturan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, pada Selasa (02/09/2025), kartu tersebut masih dalam proses pembuatan dan baru memasuki tahap uji coba pada tahun ini. Ia menegaskan bahwa manfaatnya hanya menyasar pasien yang memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan di luar daerah, seperti Makassar.
Janji tentang kartu ini sempat menggema setahun lalu, tepatnya pada 21 September 2024, saat sang bupati memperkenalkan tiga kartu sakti miliknya. Kala itu, ia memproyeksikan bahwa setiap warga yang menunjukkan kartu tersebut di rumah sakit mana pun—baik di dalam maupun luar daerah—akan memperoleh layanan menyeluruh secara cuma-cuma. Mulai dari kamar perawatan, jasa dokter, hingga obat-obatan, semua disebut bakal ditanggung penuh tanpa biaya sepeser pun.
Bahkan, bagi pasien yang dirujuk ke luar kota dan telah dinyatakan sembuh, pemerintah berjanji menyediakan antar-jemput pulang. Selain itu, rumah singgah untuk keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan di luar daerah juga dijanjikan akan difasilitasi. Namun, realisasi di lapangan jauh dari kata menggembirakan.
Keluhan warga justru mengemuka dalam beberapa bulan terakhir. Seorang penderita epilepsi dikabarkan tiga kali ditolak saat hendak dirawat di RSUD I Lagaligo Wotu. Penolakan itu terjadi lantaran surat rujukan dari Puskesmas dinilai tidak sesuai atau tak lagi aktif. Di sisi lain, layanan kesehatan untuk ibu hamil dinilai masih timpang, hingga berujung pada hilangnya nyawa sang jabang bayi. Tak pelak, masyarakat pun mendesak realisasi janji politik Irwan Bachri Syam bersama wakilnya, Puspawati Husler.
Ketika dikonfirmasi, orang nomor satu di Luwu Timur itu menjelaskan bahwa penggunaan Kartu BPJS masih menjadi andalan utama bagi warga yang berobat di wilayah sendiri. Seluruh biaya pengobatan di Puskesmas maupun rumah sakit lokal, menurutnya, memang sudah tidak dipungut bayaran. Ia juga menambahkan bahwa warga dari luar daerah—misalnya dari Morowali—tetap mendapat pelayanan gratis apabila datang berobat ke fasilitas kesehatan di Luwu Timur. Semua klaim tersebut disampaikannya kepada media pada Selasa (02/09/2025), meski fakta di lapangan menunjukkan bahwa esensi kartu tersebut telah bergeser drastis dari janji awalnya.

Tinggalkan Balasan