Puluhan pelaku usaha kecil di Kota Parepare kini mulai melangkah menuju pengakuan resmi atas bisnis mereka. Berkat inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin, para pedagang di Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, akhirnya memperoleh pendampingan langsung dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Program ini dijalankan dengan metode kunjungan dari rumah ke rumah, memastikan setiap pengusaha mikro mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang prosedur digitalisasi legalitas usaha yang selama ini masih asing bagi banyak orang.

Keberadaan NIB bukan sekadar secarik dokumen administratif. Izin berusaha tersebut menjadi kunci utama bagi UMKM untuk bernapas lega dalam menjalankan operasional bisnisnya secara sah, membuka akses terhadap berbagai skema bantuan pemerintah, serta membuka pintu menuju fasilitas pembiayaan perbankan. Tak hanya itu, dengan memiliki identitas usaha yang terdaftar dalam sistem Online Single Submission (OSS), para pedagang lokal ini memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan kompetitif.

Firna Nahwa Firdauzi Siddiq, yang memegang kendali sebagai penanggung jawab program KKN, mengungkapkan bahwa masih banyak warga di kawasan tersebut yang gagap teknologi dan belum mengerti bagaimana cara mendaftarkan usahanya secara daring. Menurutnya, langkah awal yang paling krusial adalah membangun kesadaran para pelaku UMKM bahwa legalitas adalah landasan utama agar usaha yang mereka rintis bisa diakui hukum dan memiliki daya tawar yang kuat di pasar. Pendekatan personal melalui kunjungan langsung dinilainya jauh lebih efektif untuk menyentuh mereka yang selama ini terpinggirkan dari informasi.

Ia menambahkan, legalitas usaha bukanlah formalitas kosong yang hanya untuk menggugurkan kewajiban. Justru di situlah letak pondasi untuk mengakses permodalan, memperkuat pemasaran digital, dan menjalin kemitraan bisnis yang lebih serius. Dengan berkeliling dari satu kediaman ke kediaman lainnya, para mahasiswa merasa mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang selama ini luput dari sosialisasi pemerintah.

Salah seorang warga yang merasakan langsung manfaat program ini adalah Nurhayati, yang sehari-hari memproduksi kue basah dan jajanan rumahan. Ia mengaku sebelumnya hanya menjalankan dagangannya secara sederhana tanpa pernah mengetahui apa itu NIB. Sejak didampingi oleh para mahasiswa, perempuan ini mengaku kepercayaan dirinya meningkat drastis. Ia kini lebih berani melayani pelanggan dan mulai berani bermimpi untuk memperluas skala produksinya, karena sudah memiliki pegangan hukum yang jelas atas usahanya tersebut.

Dukungan penuh datang dari Suryadi Sudirman selaku Kepala Kelurahan setempat. Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi warganya, dan segala upaya yang bertujuan memperkuat sektor ini akan selalu disambut baik oleh pemerintah kelurahan. Menurutnya, pendampingan semacam ini adalah langkah strategis untuk memastikan para pelaku usaha tidak hanya berhenti pada pemenuhan administrasi, melainkan benar-benar memanfaatkan status legal tersebut sebagai pembuka jalan menuju kesempatan bisnis yang jauh lebih menjanjikan.

Pihak kelurahan berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara masyarakat dan berbagai lembaga pemerintah lainnya. Suryadi berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut, sehingga para pelaku UMKM di Bumi Harapan semakin tangkas menghadapi tuntutan pasar modern dan mahir menggunakan teknologi digital dalam setiap lini operasional bisnis mereka. Ia menilai adaptasi terhadap teknologi adalah harga mati agar usaha kecil tidak tergerus zaman.

Inisiatif yang dijalankan mahasiswa ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara akademisi, birokrasi, dan masyarakat mampu menghasilkan dampak yang signifikan. Dengan berbekal pendampingan yang intensif dan dukungan aparat setempat, diharapkan usaha-usaha kecil di Kelurahan Bumi Harapan dapat tumbuh menjadi entitas bisnis yang mandiri, tangguh, dan kompetitif. Pada akhirnya, kebangkitan UMKM lokal ini akan turut menyumbang denyut nadi perekonomian Kota Parepare secara keseluruhan di masa mendatang.