Kolomdata.id — Huseng duduk sambil menatap rumahnya yang menyisakan puing-puing. Hanya tiang yang berdiri tegak. Itupun, sudah menjadi arang sebagian.
Pagi tadi sekitar pukul 06.30 Wita, Rabu, 29 Juli 2026, ayah enak orang ini meninggalkan rumahnya di Dusun Paorebbae, Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Ia ke pasar bersama istrinya.
Dua orang anaknya saja yang tinggal di rumah. Lainnya, ada yang sedang menuju kota Palopo untuk siap bekerja sebagai karyawan.
Sekitar pukul 11.00 Wita, Huseng mendapatkan kabar duka. Rumahnya kebakaran. Sumber apinya berada di bagian tengah atap rumahnya.
Warga sekitar berupaya memadamkan api dengan menyiramkan air sambil menunggu pemadam kebakaran tiba. Upaya pemadaman berlangsung lama. Api kian membesar dan merambat membakar dua rumah panggung lainnya.

“Sekitar satu jam lebih upaya pemadaman berlangsung. Dan petugas pemadam kebakaran cukup cepat tiba. Kalau lambat, mungkin lebih dari tiga rumah,” ungkap Huseng saat ditemui.
Dua rumah lainnya yang terbakar milik Abd Rasyid (anak Huseng yang sedang ke Palopo). Satu lagi milik Ibu Hasni. Seorang janda beranak dua.
Musibah yang menimpa Huseng diterima dengan lapang dada. Ia ikhlas. Meski pekan depan ia sudah merencanakan pesta lamaran.
“Anak bungsu saya yang perempuan bernama Tiara mau lamaran tanggal 10 Agustus, bulan depan. Sepekan lebih lagi pestanya. Tapi rumah terbakar. Tak ada yang bisa kami selamatkan, hanya pakaian yang saya pakai ini saja,” ungkap Huseng sambil melepas kacamatanya.
Kacamatanya sudah lembab. Air matanya menetes. Lalu segera diusap. “Untung belum naik uangnya. Kalau sudah, habis juga,” tuturnya lagi.
Putri bungsu Huseng bernama Tiara. Ia akan dilamar seorang laki-laki dari Desa Puncak Indah. “Acaranya tetap dilanjutkan. Dimana-mana saja nanti rumahnya keluarga,” jelasnya dengan nada kecil.
Di tengah Pilu yang dialami korban kebakaran, bantuan kemanusiaan juga tak berhenti berdatangan. Baik bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur ataupun dari para perusahaan.
Salah satunya bantuan dari PT Gunung Verbek Karebbe (GVK). Satu mobil sembako dan uang tunai diberikan kepada korban kebakaran.
“Sampaikan salamku dan ucapan terimakasih ku sama Pak Aji Arfa (Owner PT GVK). Bantuan dari Pak Aji dan dari Pemkab Lutim serta bantuan dari para dermawan menjadi penyejuk hati kami,” ungkapnya sambil meneteskan air mata. (*)

Tinggalkan Balasan