Kolomdata.id — Makassar – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji yang terjadi di sejumlah wilayah. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) disebut tengah melakukan penyelidikan dan mendalami dugaan praktik penyalahgunaan distribusi, termasuk kemungkinan adanya mafia di balik persoalan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi fenomena ini. Penyidik dari Ditreskrimsus terus bekerja untuk memastikan apakah terdapat permainan dalam penyaluran BBM maupun elpiji bersubsidi yang berujung pada kelangkaan di masyarakat.

Kelangkaan itu telah memicu antrean panjang kendaraan, sebagian besar truk, di sejumlah SPBU di Makassar. Di sisi lain, pasokan elpiji 3 kilogram juga sulit diperoleh, bahkan harganya dilaporkan melejit di tingkat pengecer. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada energi bersubsidi.

Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, meminta pihak penyedia dalam hal ini Pertamina segera mengatasi persoalan tersebut agar masyarakat tidak terus kesulitan. DPRD disebut telah mengagendakan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait dan meminta Pertamina memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab kelangkaan serta langkah konkret yang diambil.

Masyarakat berharap pasokan BBM dan elpiji segera kembali normal dengan harga sesuai ketentuan. Kasus ini sekaligus menjadi bahan evaluasi agar gangguan distribusi kebutuhan pokok serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sumber: Fajar.co.id