Event balap motor selama ini kerap digelar di Kabupaten Luwu Timur, namun lokasinya masih mengandalkan jalan raya umum. Kini, sikap pemerintah daerah setempat berubah total. Mereka nekat merealisasikan proyek sirkuit permanen di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, dengan tahapan pembangunan yang berjenjang.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa tahun ini sudah menjadi target awal pengerjaan proyek tersebut. Langkah perdana yang diambil adalah penyediaan tanah seluas 15 hektare di titik yang telah ditentukan, yakni Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili. Ia menyampaikan hal itu saat membuka ajang Bupati Road Race Kejurprov Putaran Kedua yang berlangsung di Taman Sayang Puncak Indah, Malili, pada Sabtu (31/05/25).
Menurut Irwan, fasilitas balap yang direncanakan tidak hanya diperuntukkan bagi pecinta road race. Para penggemar motor cross juga akan mendapat tempat khusus. Saat menyampaikan pidato sambutannya, ia sempat menunjuk ke arah Kantor Dinas Pendidikan sebagai penanda bahwa lokasi sirkuit tidak berjauhan dari kantor tersebut. Ia pun menargetkan apabila lahan telah rampung disiapkan, pekerjaan konstruksi lintasan dapat langsung dieksekusi pada tahun 2026, dengan harapan sirkuit sudah bisa dipakai di tahun yang sama.
Ambisi yang diusung pemerintah daerah ini cukup tinggi. Irwan mengungkapkan bahwa sirkuit yang bakal dibangun dirancang dengan standar internasional. Dengan begitu, berbagai ajang bergengsi diharapkan mampu digelar di daerah tersebut. Untuk merealisasikan mimpi besar itu, koordinasi intensif dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulsel akan terus dijalin.
Pihak IMI Sulsel pun memberikan respons positif. Misbar, selaku pengurus harian IMI Sulsel, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Pemkab Lutim terhadap perkembangan olahraga otomotif. Ia mengaku sangat mendukung langkah berani tersebut, terlebih karena selama ini ajang balap masih memakai badan jalan umum. Ia mewakili Ketua IMI Sulsel menyampaikan harapan agar pada tahun depan Lutim sudah memiliki sirkuit permanen yang representatif.
Misbar juga menyarankan agar pembangunan sirkuit dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, fokus utama adalah penyiapan lahan. Tahun berikutnya, giliran pembangunan sirkuit yang dikerjakan. Setelah itu, tribun penonton mulai didirikan. Terakhir, pemasangan lampu penerangan perlu dilakukan supaya lintasan bisa dipakai untuk balapan pada malam hari.
Kehadiran sirkuit permanen ini, lanjut Misbar, bukan cuma soal prestasi olahraga. Dampak ekonominya pun diprediksi sangat besar. Ia meyakini bahwa pendapatan asli daerah akan bertambah, dan usaha-usaha kecil di sekitar sirkuit ikut bergairah. Menurutnya, uang pasti akan berputar di wilayah itu ketika event demi event digelar secara rutin.
Komitmen dari IMI Sulsel pun sudah bulat. Misbar menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkoordinasi dengan Pemkab Lutim sepanjang proses pembangunan berlangsung. Ia berharap hasil akhirnya nanti benar-benar memenuhi standar nasional, bahkan idealnya berstandar internasional.

Tinggalkan Balasan