Sebuah drama balap yang menegangkan tersaji di Sirkuit Taman Sayang Puncak Indah pada Minggu, 01/06/25. Ajang Bupati Road Race Kejurprov Putaran Kedua menjadi saksi keberhasilan Fahri Sandi dari GVK Racing Team Malili merebut podium utama kelas Bebek 2T 116cc s/d 125cc Standard Open. Momen krusial terjadi persis di tikungan pamungkas saat bendera finish telah berkibar, di mana ia berhasil melewati Iswandi Muis yang sebelumnya memimpin jalannya lomba.

Perjuangan Fahri Sandi di lintasan tidaklah mudah. Ia harus bekerja ekstra keras sejak lampu start padam karena memulai balapan dari posisi ketujuh. Berbeda dengan sang rival, Iswandi Muis, yang langsung melesat dari pole position. Namun kesabaran dan ketenangan menjadi senjata utama pembalap asal Malili itu. Satu per satu lawan berhasil dilewatinya, hingga akhirnya pada putaran ketiga ia sudah bermanuver di posisi kedua dan hanya tertinggal di belakang Iswandi Muis yang merupakan pembalap kebanggaan Kota Palopo.

Pertarungan sengit antara dua pebalap ini berlangsung hingga putaran terakhir. Aksi salip-menyalip terjadi di tikungan U-turn pertama ketika Fahri Sandi berhasil mengambil alih posisi terdepan. Akan tetapi, Iswandi Muis yang berpengalaman tidak tinggal diam dan segera membalas untuk kembali memimpin. Ketegangan pun mencapai puncaknya di tikungan terakhir menjelang garis finish. Dari kejauhan, Fahri Sandi melancarkan serangan final yang berhasil menembus pertahanan Iswandi Muis, sekaligus mengunci kemenangan dramatisnya.

Iswandi Muis sendiri mengakui bahwa kendala teknis sempat menghampirinya di penghujung balapan. Pengakuan tersebut ia sampaikan ketika berbincang dengan pembawa acara seusai perlombaan. Kondisi tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh Fahri Sandi untuk merebut kemenangan perdananya di kelas ini.

Kemenangan ini terasa sangat manis bagi Fahri Sandi karena menjadi pembalasan atas kekalahannya di kelas Bebek 4T 130 140cc Mix Tun UP (ex MP2) Open. Pada kelas tersebut, ia harus puas menempati urutan ketiga, sementara Iswandi Muis tampil sebagai juara dan Nur Alfad menguntit di posisi kedua. Hasil berbeda di dua kelas ini menunjukkan persaingan ketat yang terjadi antar pembalap di ajang tersebut.

Meski tampil sebagai pemenang, Fahri Sandi sebenarnya sempat dihadapkan pada masalah teknis pada motor bebek andalannya di kelas ex MP2 Open. Karburator kendaraan tersebut mengalami kemacetan, sehingga ia terpaksa menggantinya dengan unit cadangan yang karakternya jauh berbeda dan tidak sesuai dengan setelan mesin. Situasi inilah yang membuat performanya di kelas tersebut tidak maksimal dan hanya mampu finis di posisi ketiga. Kendati demikian, di kelas 2T Standard Open, ia mampu tampil sempurna dan membuktikan kelasnya sebagai yang terbaik.